Kuku Rapuh dan Mudah Patah? Ini Penyebab dan Cara Merawatnya

Kuku yang mudah terbelah atau patah dapat dipicu oleh kebiasaan sehari-hari, dapat menjadi tanda masalah kesehatan tertentu.

Diterbitkan 21 September 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kuku yang mudah rapuh atau rusak bisa terjadi karena berbagai faktor. Kerap dianggap hanya sebagai masalah penampilan tapi kondisi rapuhnya kuku juga dapat berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu.

Salah satu penyebab kuku menjadi rapuh adalah terlalu sering terkena air. Mencuci tangan dan menggunakan pembersih tangan memang penting untuk menjaga kebersihan, tetapi kuku kehilangan air lebih cepat dibandingkan kulit sehingga paparan berulang dapat membuatnya kering dan rapuh.

Selain itu, menurut seorang dermatolog Rosemary Keskinen, MD, kuku cenderung lebih mudah rapuh seiring bertambahnya usia, dikutip dari Cleveland Clinic pada Senin (21/9/2026).

“Kuku kita tumbuh lebih lambat ketika bertambah tua,” kata Keskinen.

Pertumbuhan yang lebih lambat membuat kuku lebih lama terpapar udara kering, air, dan produk pembersih tangan.

Faktor lainnya adalah ukuran serta penggunaan kosmetik pada kuku. Jika dibiarkan panjang dan sering menggunakan produk kosmetik, maka kuku lebih rentan mengalami kerusakan dan patah dibandingkan kuku yang dibiarkan lebih pendek.

Sementara bagi orang yang sedang menjalani kemoterapi, kuku rapuh juga dapat menjadi salah satu efek samping pengobatan sehingga kondisi tersebut sebaiknya dibicarakan dengan dokter yang menangani.

Cara Menjaga Kuku Tetap Sehat

1. Jangan Digigit

Untuk membantu menjaga kuku tetap kuat, langkah pertama adalah menghindari kebiasaan menggigit kuku. Keskinen menyarankan kuku dipotong pendek bagi orang yang memiliki kebiasaan tersebut.

Langkah ini juga membantu mencegah kuku yang sudah rapuh semakin terbelah atau patah.

2. Jaga Kelembapan dan Metode ‘Nail Slugging’

Penggunaan krim tangan sebelum tidur serta pelembap setelah tangan terkena air atau pembersih tangan juga disarankan.

Kondisioner kuku yang mengandung lanolin dapat digunakan beberapa kali sehari, serta hindari produk yang mengandung alkohol sebaiknya karena dapat membuat kuku semakin kering.

Diikuti dengan ‘nail slugging’. Sebuah metode yang dilakukan dengan mengoleskan produk perawatan, kemudian melapisi tangan dengan petroleum jelly atau bahan oklusif serupa sebelum tidur.

Lapisan tersebut membantu mempertahankan produk pada kulit sehingga kelembapannya lebih lama.

3. Batasi Penggunaan Kutek atau Cat Kuku

Penggunaan cat kuku, terutama jenis gel, juga perlu dibatasi. Proses menghapus gel manicure dapat merusak kuku. Bahkan, penghapusan cat kuku biasa pun dapat memberikan dampak pada kuku.

Jika tetap ingin menggunakan lapisan pelindung, Keskinen menyarankan cat kuku bening bebas formaldehida yang dapat dibiarkan selama sekitar satu minggu.

4. Rutin Konsumsi Vitamin

Selain perawatan dari luar, asupan nutrisi suplemen biotin sekitar 5.000 mikrogram per hari juga disebut dapat berperan membantu kesehatan kuku, meski perubahan tidak dapat terlihat secara instan.

Menurut Keskinen, diperlukan sekitar enam hingga delapan minggu agar seluruh bagian dasar kuku tumbuh.

Di samping itu, protein juga penting untuk kesehatan kuku, dengan kebutuhan minimal 45 gram per hari.

Merawat Kuku

 

Dalam merawat kuku, kutikula sebaiknya tidak dipotong atau didorong secara agresif karena bagian tersebut berfungsi melindungi kuku baru yang sedang tumbuh.

Jika kuku sudah sering patah, Keskinen menyarankan memotongnya menjadi lebih pendek untuk sementara agar kuku memiliki kesempatan tumbuh dengan kondisi yang lebih terlindungi.

Makanan yang Bagus untuk Kesehatan Kuku

Mengutip laman Eatingwell, serta menurut ahli diet dan nutrisi, Karen Ansel, M.S., RDN, mencapai kuku yang sehat dan cantik juga berkaitan dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Ada sejumlah asupan nutrisi yang dapat membantu kuku tumbuh lebih sehat dan kuat.

  • Greek yoghurt
  • Daging sapi
  • Paprika
  • Kacang polong
  • Telur
  • Ikan salmon

Kuku yang Harus Dikonsultasikan ke Dokter

Walau demikian, kuku rapuh tidak selalu hanya disebabkan oleh kebiasaan perawatan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan beberapa hal.

  • Infeksi jamur;
  • kekurangan nutrisi seperti protein;
  • zat besi atau vitamin B;
  • psoriasis;
  • gangguan tiroid;
  • sindrom Raynaud.

Jika kuku mengalami perubahan bentuk atau terpisah dari dasar kuku, atau kulit di sekitarnya menjadi merah, bengkak, dan terasa sakit, segera lakukan pemeriksaan medis.

Kuku yang retak disertai penebalan atau perubahan warna menjadi kuning juga dapat mengarah pada infeksi jamur.

Di sisi lain, Keskinen mengingatkan bahwa tidak semua tips populer mengenai kuku terbukti membantu.

“Minum air memang penting untuk kesehatan, tetapi Anda tidak bisa membuat kuku lebih lentur hanya dengan minum air,” ujarnya. Ia bahkan menyebut konsumsi gelatin tidak terbukti meningkatkan kesehatan kuku.