Kisah Kucing Galak Buka Sisi Lain Mata Juling

Mata juling kerap dianggap sepele, padahal bisa memengaruhi penglihatan dan kehidupan seseorang.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 10 Agustus 2026, 16:17 WIB
Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng, dr. Referano Agustiawan, Sp.M (K), mengatakan mata juling dapat berdampak pada anak hingga orang dewasa dan memengaruhi masa depan. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Mata juling atau Strabismus kerap dianggap sebagai masalah penampilan. Padahal, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi penglihatan dan berdampak pada kehidupan seseorang, mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

"Mata juling ini kelihatannya sepele tapi efeknya mulai dari anak-anak sampai dewasa bisa cukup memengaruhi masa depan," ujar Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng, dr. Referano Agustiawan, Sp.M (K).

Pada anak, mata juling dapat berdampak pada prestasi dan membuat mereka lebih rentan menjadi korban bullying. Sementara pada orang dewasa, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesempatan dalam kehidupan profesional.

"Misal, ada yang mata juling dan mata normal ikut tes kerja, nilainya sama-sama bagus, pada banyak kasus yang akan diterima yang matanya normal," katanya.

Bagaimana pandangan orang juling? Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, Sp.M (K) menjelaskan bahwa mata kanan dan kiri memiliki perbedaan yang membantu manusia memperkirakan jarak dan melihat objek dalam tiga dimensi.

Ketika seseorang mengalami mata juling, kemampuan tersebut dapat terganggu. "Mata kanan dan kiri memiliki perbedaan yang membantu kita melihat jarak dan membedakan objek dalam tiga dimensi. Jadi, ketika seseorang mengalami mata juling, kemampuan tersebut bisa terganggu," ujar Tjahjono.

Dia, mengatakan, gangguan tersebut berkaitan dengan fungsi penglihatan, termasuk kemampuan melihat jarak, membedakan kecepatan, dan melihat dalam tiga dimensi.

"Jadi, dalam arti kalau dikaitkan dengan fungsi, dia sudah kehilangan paling tidak, karena tidak bisa melihat jarak, membedakan kecepatan, misalnya, dan tentunya tiga dimensinya akan terganggu," ujarnya.

 

Cerita Kucing Juling

Kisah kucing juling yang galak menjadi pengalaman unik Prof. Tjahjono D. Gondhowiardjo untuk menggambarkan bahwa mata juling bukan kondisi yang seharusnya dianggap sepele. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Tjahjono kemudian membagikan pengalaman sekitar 45 tahun lalu ketika tinggal di Jerman. Saat itu, seorang profesor yang dikenalnya hendak berlibur ke Indonesia dan menitipkan rumahnya kepada Tjahjono.

Di rumah tersebut terdapat dua kura-kura dan tiga ekor kucing. Sebelum pergi, profesor itu memberikan pesan khusus tentang salah satu kucingnya. Kucing tersebut memiliki mata juling dan dikenal paling galak sehingga Tjahjono diminta berhati-hati ketika memberinya makan.

Ketika datang pada malam hari untuk memberi makan, dua kucing lainnya langsung menghampiri. Sementara itu, Tjahjono harus mendekati kucing yang memiliki mata juling untuk memberikan makanan.

Dia bahkan sempat bertanya-tanya mata mana yang sebenarnya sedang melihat ke arahnya.

"Ini mata yang mana yang sebetulnya melihat saya? Waktu saya sodorin, dia mulai berontak," kata Tjahjono.

Menurut Tjahjono, cerita sederhana tersebut menggambarkan bahwa kondisi mata juling dapat membuat seseorang memiliki pengalaman berbeda dengan lingkungan sekitarnya. Dia kemudian mengaitkannya dengan anak-anak yang mengalami mata juling dan berpotensi menjadi sasaran perundungan.

"Kelihatannya sederhana, tapi sebetulnya ini menunjukkan bahwa kalau anak-anak yang juling bisa dibuli, kucing itu juga mungkin merasa dibuli oleh kita," katanya.

 

Mata Juling Bisa Ditangani dengan Operasi

Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng, dr. Referano Agustiawan, Sp.M (K), mengatakan mata juling dapat berdampak pada anak hingga orang dewasa dan memengaruhi masa depan. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Lebih lanjut, Referano mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap operasi mata hanya berkaitan dengan katarak. Padahal, sejumlah kondisi lain juga dapat ditangani melalui tindakan medis, salah satunya mata juling.

Referano mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa mata juling dapat ditangani melalui operasi. Oleh sebab itu, RS Mata JEC @ Menteng meningkatkan awareness masyarakat melalui peluncuran program Pusat Operasi Mata Juling.

Strabismus memiliki penyebab, pola, dan kebutuhan penanganan yang berbeda pada setiap pasien. Oleh sebab itu, diperlukan pemeriksaan lengkap, dukungan Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus, serta terapi yang sesuai dan berkesinambungan.

"Melalui Pusat Operasi Mata Juling, pasien anak maupun dewasa dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi, mulai dari terapi nonbedah hingga operasi berdasarkan indikasi medis," ujarnya.

Menurut Referano, bahkan masih ada masyarakat dan dokter yang baru mengetahui bahwa mata juling dapat ditangani setelah mengikuti program tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya