Uban Muncul di Usia 20-an, Normalkah atau Ada Penyebabnya?

Kenapa uban muncul di usia 20-an? Simak penyebab, pengaruh stres, genetik, hingga nutrisi.

Diterbitkan 24 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Munculnya beberapa helai uban saat masih berumur 20-an mungkin terasa mengejutkan. Namun, kondisi tersebut ternyata tidak sesering yang dibayangkan dan tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan.

Mengutip Cosmopolitan pada Rabu, 23 September 2026, tidak ada usia yang benar-benar dianggap sebagai waktu 'normal' seseorang mulai beruban.

Sebagian orang mungkin hanya menemukan beberapa helai rambut putih, sementara yang lain mengalami perubahan warna rambut dalam jumlah lebih banyak.

Menurut dermatolog Mona Gohara, MD, waktu munculnya uban sangat dipengaruhi oleh faktor genetik.

Mengapa Rambut Bisa Berubah Menjadi Abu-Abu?

Warna rambut ditentukan oleh jumlah dan kombinasi melanin yang terdapat di dalam folikel rambut. Seiring bertambahnya usia, produksi melanin di folikel rambut secara bertahap menurun.

"Produksi melanin pada folikel rambut menurun seiring waktu," kata Gohara.

Ketika jumlah melanin berkurang, rambut kehilangan sebagian pigmennya sehingga mulai terlihat abu-abu. Sementara itu, rambut yang benar-benar putih tidak memiliki pigmen sama sekali.

Menurut Gohara, kebanyakan orang mulai melihat uban pada pertengahan usia 30-an.

Meski demikian, uban dapat muncul lebih awal, termasuk pada usia 20-an dan, dalam beberapa kasus, sejak akhir masa remaja.

Faktor Genetik Berpengaruh

Jika orang tua atau kakek-nenek mengalami uban lebih awal, kemungkinan seseorang mengalami hal serupa juga menjadi lebih besar.

Gohara menjelaskan bahwa ketika rambut mulai beruban lebih dini, kondisi tersebut sering kali bersifat turun-temurun. Artinya, waktu dan seberapa cepat rambut berubah warna banyak ditentukan oleh faktor genetik.

Selain faktor keturunan, proses penuaan tetap menjadi alasan utama rambut kehilangan pigmen.

Namun, Gohara menyebut stres oksidatif, faktor gaya hidup, serta kondisi kesehatan tertentu juga dapat mempercepat munculnya uban, meski kondisi medis merupakan penyebab yang lebih jarang.

Kekurangan Vitamin hingga Masalah Tiroid

Dalam beberapa kasus, uban yang muncul terlalu dini dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan atau kekurangan nutrisi tertentu.

Gohara menyebut kekurangan vitamin B12, masalah pada kelenjar tiroid, dan gangguan pada kelenjar pituitari dapat menyebabkan uban muncul lebih awal.

Sebuah penelitian terhadap orang berusia di bawah 20 tahun yang mengalami uban dini menemukan kadar tembaga yang lebih rendah pada kelompok tersebut.

Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan hubungan tersebut secara menyeluruh.

Oleh sebab itu, Gohara mengingatkan agar seseorang tidak mendiagnosis dirinya sendiri. Jika mencurigai adanya masalah kesehatan atau kekurangan nutrisi, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.

Benarkah Stres Bisa Bikin Uban?

Hubungan antara stres dan uban juga menjadi salah satu hal yang banyak diperbincangkan.

Menurut Gohara, penelitian memang menunjukkan bahwa stres dapat berkontribusi terhadap berkurangnya sel punca yang berperan dalam mempertahankan warna rambut.

Namun, ia menegaskan bahwa rambut tidak akan berubah menjadi abu-abu dalam semalam hanya karena mengalami stres. Stres kronis berpotensi mempercepat proses tersebut.

Selain itu, kebiasaan merokok juga dikaitkan dengan uban dini. Cosmopolitan menyebut penelitian menemukan perokok memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar mengalami uban prematur dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Bisakah Uban Dicegah atau Dikembalikan?

Untuk uban yang terutama dipengaruhi faktor genetik, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Namun, jika uban berkaitan dengan masalah kesehatan atau kekurangan vitamin tertentu, kondisi tersebut mungkin dapat diperbaiki setelah penyebabnya ditangani.

Gohara juga memperingatkan agar tidak mudah percaya pada produk yang mengklaim dapat mengembalikan warna rambut.

Menurutnya, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan pil, losion, atau ramuan tertentu untuk membalikkan uban.

Dengan demikian, munculnya uban pada usia 20-an atau bahkan akhir masa remaja tidak selalu perlu dikhawatirkan.

Namun, jika kemunculannya disertai kekhawatiran mengenai kondisi kesehatan tertentu, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya.