5 Hal yang Wajib Dicek Orang Tua Sebelum Membeli Camilan Anak

Camilan anak bukan sekadar pengganjal lapar. Simak 5 hal penting sebelum memilihnya.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 10 Agustus 2026, 18:48 WIB
Camilan dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak. Namun, pemilihannya perlu dilakukan dengan cermat agar tetap sehat, aman, dan tidak mengganggu pola makan utama. (Foto: Aditya Eka Prawira)

Liputan6.com, Jakarta - Camilan bukan sekadar makanan pengganjal lapar bagi anak. Jika dipilih dengan tepat, snack dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sekaligus membentuk kebiasaan makan yang sehat sejak dini.

Di tengah banyaknya pilihan jajanan anak, orang tua perlu lebih cermat memperhatikan kandungan gizi, kebersihan, hingga keamanan bahan yang digunakan. Camilan yang diberikan juga sebaiknya tidak mengandung gula, garam, atau bahan tambahan pangan yang berlebihan.

Secara umum, camilan merupakan makanan ringan yang diberikan di sela waktu makan utama untuk membantu memenuhi kebutuhan energi anak.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melalui akun Instagram resminya membagikan sejumlah tips yang dapat menjadi panduan orang tua dalam memilih atau membuat camilan sehat dan aman untuk anak.

1. Pilih Camilan dengan Gizi Seimbang

Camilan sebaiknya tetap mengandung karbohidrat, protein, dan lemak, tetapi porsinya lebih kecil dibandingkan makanan utama. Kandungan vitamin dan mineral dari sayur serta buah juga dapat ditambahkan.

Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), beberapa contoh camilan yang dapat diberikan kepada anak antara lain:

  • Bubur kacang hijau
  • Roti lapis keju mini
  • Roti dengan selai kacang
  • Puding susu
  • Lemper
  • Risoles
  • Pastel
  • Makaroni panggang

2. Pastikan Bebas Bahan Berbahaya

Orang tua perlu memastikan camilan tidak mengandung bahan yang dilarang atau berbahaya bagi kesehatan, seperti asam borat, asam salisilat, kalium klorat, kloramfenikol, formaldehida, serta pewarna tekstil seperti rhodamin B.

Bahan-bahan tersebut dapat membahayakan kesehatan jika terdapat dalam pangan dan dikonsumsi secara tidak semestinya.

3. Batasi Gula dan Garam

Pemberian makanan dengan kandungan gula dan garam tinggi juga perlu dibatasi. Contohnya permen, keripik, serta makanan atau minuman yang terlalu manis dan asin.

Untuk memenuhi kebutuhan cairan, air putih sebaiknya menjadi pilihan utama dibandingkan minuman manis.

4. Periksa Label dan Komposisi

Saat membeli camilan kemasan, orang tua perlu memperhatikan label, komposisi bahan, serta kandungan gizi yang tercantum pada kemasan.

Informasi tersebut dapat membantu orang tua menentukan apakah produk sesuai untuk diberikan kepada anak.

5. Perhatikan Kebersihan dan Jadwal Makan

Camilan harus disiapkan dan disajikan secara higienis. Pemberiannya juga perlu disesuaikan dengan jadwal makan anak agar tidak mengganggu waktu makan utama.

BPOM turut mengingatkan orang tua untuk memastikan pangan olahan yang diberikan kepada anak telah memiliki izin edar. Informasi tersebut dapat diperiksa melalui situs resmi BPOM menggunakan nomor registrasi, nama produk, atau nama merek.

Pada akhirnya, camilan sebaiknya tidak hanya diberikan sebagai bentuk pemanjaan atau penghargaan (reward). Pemberian snack merupakan kesempatan bagi orang tua untuk menambah asupan nutrisi anak.

Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, camilan juga dapat menjadi sarana untuk mendukung terbentuknya perilaku makan yang sehat pada anak, mengutip laman IDAI, Senin (10/8/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya