Kekerasan Seksual Anak: Keluarga Jadi Tempat Pertama Si Kecil Belajar Rasa Aman

Kekerasan seksual anak perlu dicegah sejak dini. Keluarga punya peran penting membangun rasa aman.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 11 Agustus 2026, 10:58 WIB
Keluarga menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal rasa aman, percaya diri, dan merasa dihargai. Pengasuhan penuh kasih serta komunikasi terbuka penting untuk melindungi si kecil. (dok. Unsplash.com/Caleb Woods)

Liputan6.com, Jakarta - Kekerasan seksual anak menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius, termasuk dari lingkungan keluarga. Rumah menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal rasa aman, percaya diri, dan merasa dihargai.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengatakan, keluarga memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

"Kita perlu membangun budaya yang tidak menoleransi kekerasan dalam bentuk apapun, serta membangun budaya yang tidak abai terhadap apa yang terjadi di sekitar kita," kata Isyana dikutip dari Antara pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Isyana, lingkungan pengasuhan yang aman, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan merupakan investasi penting untuk membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter.

"Lingkungan pengasuhan yang positif tentunya akan membentuk generasi yang sehat, cerdas, tangguh, berkarakter dan siap menjadi penerus pembangunan bangsa," ujarnya.

Perlindungan Anak Dimulai dari Rumah

Isyana menegaskan, menciptakan lingkungan yang aman bagi anak merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut dapat dimulai dari rumah melalui pengasuhan yang berkualitas dan kepedulian terhadap pemenuhan hak anak.

Menurutnya, perlindungan anak perlu dibangun melalui pola asuh penuh kasih sayang, komunikasi yang sehat, serta kemampuan orang tua dalam mengelola emosi.

Hal ini penting karena berdasarkan data pengawasan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2025, pelanggaran hak anak paling banyak berasal dari lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

"Oleh karena itu, membangun budaya yang peduli dan melindungi anak harus menjadi tanggung jawab bersama," ujar Isyana.

Sementara itu, hingga pertengahan 2025, Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) mencatat 13.845 laporan kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.

Kasus tersebut meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, eksploitasi, hingga kekerasan digital atau cyberbullying.

Orang Tua Perlu Peka

Psikolog Nila Anggreiny mengatakan anak tidak selalu mampu menceritakan pengalaman yang dialaminya. Karena itu, orang tua perlu peka terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada anak.

Perubahan emosi, gangguan tidur, regresi, perubahan perilaku, hingga perubahan fisik dapat menjadi sinyal bahwa anak membutuhkan perhatian lebih.

Meski demikian, Nila mengingatkan tidak ada satu tanda yang secara pasti menunjukkan seorang anak mengalami kekerasan. Namun, jika beberapa perubahan muncul secara bersamaan, orang tua perlu memberikan perhatian lebih.

"Anak tidak selalu mampu mengungkapkan pengalaman yang dialaminya, sehingga perhatian orang tua menjadi kunci agar pendampingan dan perlindungan dapat diberikan sedini mungkin," kata Nila.

Ia pun mendorong orang tua menerapkan pengasuhan responsif, yakni pola asuh yang peka terhadap kebutuhan anak, memberikan rasa aman, dan membangun komunikasi dua arah.

"Keluarga adalah tempat pertama anak belajar tentang rasa aman, percaya diri, dan dihargai. Dari rumah yang penuh kasih, perlindungan diri anak tumbuh kuat setiap hari," tutur Nila.

Dengan demikian, pencegahan kekerasan seksual anak tidak hanya dilakukan ketika persoalan sudah terjadi.

Membangun komunikasi yang terbuka dan hubungan penuh kepercayaan sejak dini dapat membantu anak merasa aman untuk bercerita ketika menghadapi situasi yang membuatnya tidak nyaman.

Keluarga pun memiliki posisi penting sebagai lingkungan pertama dalam memberikan perlindungan kepada anak sekaligus membangun fondasi bagi tumbuh kembangnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya