Liputan6.com, Jakarta - Hepatitis terdiri dari beberapa jenis dengan cara penularan dan perjalanan penyakit yang berbeda. Namun, hepatitis B dan C menjadi perhatian karena keduanya dapat berkembang menjadi infeksi kronis dan meningkatkan risiko kanker hati.
Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, dr. Fahmi Indrarti, Sp.PD-KGEH mengatakan, diperkirakan terdapat sekitar 6,7 juta penduduk Indonesia yang terinfeksi hepatitis B dan 2,5 juta lainnya terinfeksi hepatitis C.
Advertisement
"Keduanya bisa menyebabkan angka kematian yang tinggi,” kata Fahmi.
Hepatitis B dan C bila tidak diintervensi atau mendapatkan pengobatan bisa berkembang menjadi kronis. Maka dari itu upaya pencegahan agar tak terinfeksi kedua virus itu penting.
Hepatitis B dapat dicegah melalui vaksinasi, terutama pada bayi baru lahir dan kelompok dewasa yang berisiko tinggi. Vaksin hepatitis B hanya melindungi terhadap hepatitis B dan secara tidak langsung mencegah hepatitis D.
“Sedangkan hingga saat ini, vaksin hepatitis C belum tersedia sehingga pencegahannya berfokus pada upaya menghindari paparan darah yang terinfeksi,” ujarnya.
Mencegah Penularan Hepatitis B dan C
Penularan hepatitis B dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita. Seperti kontak dengan termasuk darah, urine, air mani, dan cairan vagina.
Kontak yang menyebabkan penularan hepatitis B dan C terjadi melalui beberapa cara berikut:
- Melakukan hubungan seksual dengan penderita hepatitis.
- Penggunaan pisau cukur, gunting kuku, maupun sikat gigi secara bergantian.
- Penggunaan jarum suntik secara bergantian.
- Proses persalinan jika ibu dengan hepatitis melahirkan bayi secara pervaginam/persalinan normal.
- Paparan cairan tubuh penderita hepatitis melalui luka.
- Tertusuk jarum maupun benda tajam akibat menjalani prosedur medis yang kurang aman.