Liputan6.com, Jakarta - Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, penyakit ini masih kerap disalahpahami dan hanya dikaitkan dengan gejala kulit serta mata yang menguning.
Edukasi mengenai hepatitis disampaikan dalam podcast TropmedTalk bertajuk “Hepatitis: Sering Didengar, Tapi Masih Sering Disalahpahami?” yang diselenggarakan Pusat Kedokteran Tropis (PKT) UGM dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia. Informasi ini dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (11/8/2026).
Penyebab dan Jenis Virus Hepatitis
Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, dr. Fahmi Indrarti, Sp.PD-KGEH, mengatakan infeksi virus menjadi salah satu penyebab utama hepatitis.
Advertisement
Namun, hepatitis juga dapat dipicu oleh konsumsi alkohol, obesitas, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.
Fahmi menjelaskan terdapat lima jenis virus hepatitis, yakni hepatitis A, B, C, D, dan E. Masing-masing memiliki jalur penularan yang berbeda.
- Hepatitis A dan E menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
- Hepatitis B dan C menular melalui paparan cairan tubuh, terutama darah.
- Hepatitis D hanya dapat menginfeksi orang yang sudah terinfeksi hepatitis B dan dapat memperberat kondisi penyakit.
“Yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah yang B dan C,” ungkap Fahmi.
Hepatitis B dan C Berisiko Menjadi Kronis
Hepatitis B dan C menjadi perhatian karena dapat berkembang menjadi infeksi kronis dan meningkatkan risiko terjadinya kanker hati.
Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 6,7 juta orang yang terinfeksi hepatitis B dan 2,5 juta orang dengan hepatitis C.
“Keduanya bisa menyebabkan angka kematian yang tinggi,” lanjut Fahmi.
Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sesuai dengan jalur penularan masing-masing jenis hepatitis.
Cara Mencegah Hepatitis
Pencegahan hepatitis dapat dilakukan dengan sejumlah langkah berikut:
- Hepatitis A dan E: menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk menjaga kebersihan makanan dan minuman.
- Hepatitis B dan C: menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian serta tidak berbagi sikat gigi, alat cukur, atau gunting kuku.
- Prosedur medis, tato, dan tindik: pastikan seluruh peralatan yang digunakan steril.
- Vaksinasi: vaksin hepatitis B tersedia untuk bayi baru lahir dan kelompok dewasa yang berisiko tinggi.
Vaksinasi hepatitis B juga memberikan perlindungan tidak langsung terhadap hepatitis D karena virus hepatitis D hanya dapat menginfeksi orang yang telah terinfeksi hepatitis B.
Sementara itu, hingga kini belum tersedia vaksin untuk hepatitis C. Pencegahannya terutama dilakukan dengan menghindari paparan darah yang terinfeksi.
Hepatitis Bisa Disembuhkan
Peluang kesembuhan hepatitis berbeda-beda, tergantung jenis virus dan kondisi pasien.
Hepatitis A dan E umumnya dapat sembuh dengan sendirinya jika tidak disertai komplikasi penyakit hati lainnya.
Untuk hepatitis C, tingkat kesembuhan dapat mencapai lebih dari 95 persen dengan pengobatan medis, terutama jika ditangani sejak dini.
Sementara itu, hepatitis B dan D membutuhkan pengobatan jangka panjang dengan panduan dan pengawasan tenaga medis.
Hepatitis B dan C Tidak Menular Lewat Makan Bersama
Fahmi juga menepis anggapan bahwa hepatitis B dan C dapat menular melalui aktivitas sehari-hari, seperti makan bersama atau berpelukan.
Menurutnya, berpelukan dan makan bersama orang yang mengidap hepatitis tidak menyebabkan penularan. Karena itu, penderita hepatitis tidak seharusnya dijauhi atau dilarang menjalani aktivitas sosial.
Hepatitis juga tidak hanya menyerang orang dengan pola hidup tidak sehat. Penyakit ini dapat dialami siapa saja, termasuk bayi yang tertular dari ibu saat persalinan atau seseorang yang terpapar peralatan medis yang tidak steril.
Kenali Gejala Hepatitis
Masyarakat perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sejumlah gejala, antara lain:
- Kulit dan mata menguning.
- Urine berwarna pekat seperti teh.
- Perut membesar secara tidak wajar.
- Muntah darah.
- Buang air besar (BAB) berwarna hitam.
- Penurunan tingkat kesadaran.
Namun, orang yang memiliki faktor risiko tetap dianjurkan melakukan pemeriksaan meskipun tidak mengalami gejala. Hepatitis, terutama pada tahap awal, dapat tidak menimbulkan keluhan yang jelas.
Deteksi dini, vaksinasi, pencegahan sesuai jalur penularan, dan edukasi masyarakat menjadi langkah penting untuk mengendalikan hepatitis sekaligus mengurangi stigma terhadap penderitanya.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan target eliminasi hepatitis di Indonesia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4804864/original/058141600_1713412064-cek_fakta_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4697744/original/075382200_1703490520-20231225-Taman-Margasatwa-Ragunan-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3341307/original/037033900_1609899603-cek_fakta_kosmetik_cega_covid-19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320548/original/068244200_1786355298-cek_fakta_-_bansos_hut_ri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3685550/original/020313900_1639453104-cdc-UC9_itYaafM-unsplash.jpg)
