Cerita Coach Valast, Klien Diabetes Membaik Berkat Rajin Jalan Kaki

Punya diabetes tapi ingin mulai olahraga? Kisah Coach Valast ini mungkin bisa jadi inspirasi.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 13 Agustus 2026, 17:36 WIB
Pelatih kebugaran Coach Valast Ahmad mengungkap kisah klien dengan diabetes yang mulai berolahraga dari aktivitas sederhana seperti jalan kaki. Pendekatan bertahap dinilai penting bagi pemula. (Foto: Kanaya Nanda Putri/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah tren olahraga lari yang semakin berkembang di Indonesia, riwayat penyakit kerap menjadi pertimbangan bagi seseorang yang ingin mulai aktif bergerak. Namun, pelatih kebugaran Coach Valast Ahmad mengatakan kondisi kesehatan tertentu bukan selalu menjadi penghalang untuk berolahraga, termasuk bagi orang yang memiliki diabetes.

Menurut Coach Valast, aktivitas fisik justru dapat menjadi bagian penting dalam membantu menjaga kondisi tubuh. Dia pun menceritakan pengalaman beberapa anak latihnya yang memiliki riwayat diabetes dan mulai berolahraga secara bertahap.

Valast mengatakan bahwa para klien tersebut tidak langsung menjalani olahraga dengan intensitas tinggi. Mereka memulainya dari aktivitas sederhana seperti berjalan kaki.

"Saya punya beberapa murid yang pertama itu dia diabetes. Kalau dia itu justru turun kadar diabetesnya karena badannya, gulanya mulai terbakar. Akhirnya dengan jalan saja, bisa berkurang, sampai dia sehat," ujar Valast pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Dia, menjelaskan, pendekatan bertahap menjadi penting bagi orang yang baru memulai aktivitas fisik, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Jalan kaki dapat menjadi pilihan awal sebelum seseorang meningkatkan durasi maupun intensitas olahraga.

Meski demikian, pengalaman tersebut tidak berarti olahraga dapat menggantikan pengobatan diabetes. Pengelolaan diabetes tetap perlu dilakukan sesuai kondisi masing-masing individu, termasuk melalui pola makan, pengobatan bila diperlukan, serta pemantauan kadar gula darah berdasarkan anjuran tenaga kesehatan.

Olahraga bagi Pemilik Riwayat Penyakit Jantung

Selain diabetes, Valast juga menyoroti orang dengan riwayat penyakit jantung yang ingin berolahraga. Menurutnya, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan tapi harus mempertimbangkan kondisi tubuh dan rekomendasi dokter.

"Nah kemudian buat yang jantung, saya rasa justru semua dokter bilang kita harus latihan," kata Valast.

Namun, dia mengingatkan bahwa orang yang memiliki riwayat tindakan medis seperti pemasangan ring atau operasi bypass perlu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter untuk menentukan batas aktivitas yang aman.

"Iya aman, cuma memang mungkin harus tanya ke dokter, contoh: ‘Yang paling aman itu latihan berapa jam?’ karena pasti beda-beda, tergantung saran dokter," ujarnya.

Perhatikan Denyut Jantung Saat Berolahraga

Bagi pelari dengan riwayat kesehatan tertentu, Valast juga menekankan pentingnya memperhatikan denyut jantung atau heart rate, terutama ketika menjalani latihan jarak jauh atau long run.

Dia menyarankan agar pelari dengan gangguan kesehatan tidak memaksakan tubuh hingga denyut jantung berada di level maksimal dalam waktu lama. Menurut Valast, pengaturan intensitas latihan menjadi hal penting untuk menjaga keamanan saat berolahraga.

"Jangan sampai heart rate-nya itu sampai maksimal dalam waktu yang lama, itu bahaya. Karena jadinya pompa darah dan oksigen ke otak makin lama makin nggak sampai, itulah tiba-tiba menjadi stroke," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya