Lutut Tidak Sakit tapi Tak Kuat Jalan Jauh, Bisa Jadi Ada Gangguan

Gangguan fungsi juga bisa merupakan tanda adanya gangguan pada lutut.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Lutut Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Gangguan lutut tidak selalu ditandai dengan rasa sakit. Namun, bisa juga ditandai dengan gangguan fungsi. 

Dokter Andito Wibisono, Sp.OT, Subsp. PL mengatakan ada pasien yang memiliki masalah lutut ditandai dengan penurunan kemampuan berjalan. Ia jadi tidak mampu menempuh jarak yang sebelumnya dapat dilakukan atau harus berhenti dan beristirahat setelah berjalan dalam jarak tertentu.

"Jalan jadi tidak kuat. Tidak sakit, tapi jarak tempuhnya baru jalan 100 meter sudah ingin duduk," kata dr. Andito Wibisono, Sp.OT, Subsp. PL.

Ia mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya melihat fungsi lutut secara keseluruhan. Bukan hanya mengandalkan rasa sakit atau hasil pemeriksaan pencitraan untuk menentukan tingkat gangguan.

Andito mencontohkan pasien yang memiliki perubahan bentuk kaki berdasarkan hasil rontgen, tetapi masih mampu berjalan dan menjalankan aktivitas dengan baik. Kondisi tersebut, menurut dia, tidak serta-merta menjadi indikasi untuk melakukan operasi.

"Dia bilang secara rontgen harus dioperasi. Tapi fungsinya masih baik, ya tidak saya operasi," ujar Andito.

Sebaliknya, pasien dengan gangguan yang belum terlalu berat tetap dapat membutuhkan penanganan lebih lanjut apabila mengalami nyeri, pembengkakan, atau gangguan fungsi yang terus berlangsung.

Ia menjelaskan operasi penggantian lutut memang lebih banyak dilakukan pada pasien berusia 60 tahun ke atas, tetapi usia bukan satu-satunya penentu kebutuhan operasi. Pasien lebih muda juga dapat mengalami kerusakan sendi akibat kondisi tertentu.

"Biasanya 60 tahun ke atas. Kebanyakan. Namun, ada yang 25 tahun," katanya dalam peluncuran ROSA Robotic Surgical Assistant di RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan.

Menurut Andito, kondisi tulang rawan dan fungsi sendi setiap orang berbeda. Lansia masih dapat melakukan aktivitas fisik apabila kondisi tulang rawannya baik.

"Kalau rawannya masih bagus, silakan jogging. Kalau arthritis, berubah jadi low impact," ujarnya mengutip Antara.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya