1 dari 4 Anak Stunting, Prabowo: Untuk Jadi Buruh Tani Mungkin Tak Sanggup

Dalam Sidang Tahunan MPR, Presiden Prabowo mengatakan dampak stunting membuat otak dan fisik anak tidak berkembang dengan baik.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 14 Agustus 2026, 11:29 WIB
Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR bahas stunting.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa ada 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting. Kondisi kekurangan gizi kronis ini mengganggu perkembangan otak dan fisik yang salah satunya ditandai dengan tubuh yang pendek.

"1 dari 4 anak Indonesia ada yang mengalami stunting, sel otak tidak berkembang dengan baik, sel otot tidak berkembang dengan baik, tulang tidak berkembang dengan baik," tutur Prabowo dalam pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR di Gedung Parlemen,Jumat (14/8/2026).

Kondisi itu membuat Prabowo khawatir akan masa depan anak-anak dengan stunting. Bahkan mungkin untuk menjadi petani atau buruh pelabuhan tak mampu.

"Untuk jadi buruh pelabuhan saja ia mungkin tidak akan sanggup, untuk jadi buruh tani saja mungkin tidak sanggup," tutur Prabowo.

Ia pun mengatakan bahwa kasus stunting harus segera ditekan agar perkembangan dan pertumbuhan bisa berjalan optimal. "Kita tidak boleh menerima 1 dari 4 anak stunting, tidak boleh ada (yang stunting)," tuturnya.

Sebagai salah satu upaya untuk menekan stunting, Prabowo merasa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus terus berjalan.

"Maka teruskan MBG, dengan perbaikan, dengan efisiensi. Saya menilai mereka yang mau korupsi di makan untuk anak-anak ini adalah orang yang tidak pantas kita hormati," tutur Prabowo.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya