Prabowo Singgung Kekurangan Dokter di Banyak Wilayah

Dalam sidang tahunan MPR, Prabowo mengungkap bahwa 505 kabupaten/kita butuh tambahan 127.580 dokter gigi.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 14 Agustus 2026, 12:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di Kompleks MPR/DPR. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan masih banyak wilayah di Indonesia yang kekurangan dokter.

Prabowo mengatakan kebutuhan dokter masih menjadi salah satu persoalan dalam pemerataan pelayanan kesehatan. Paling tidak ada 477 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum.

Sementara itu, kebutuhan dokter gigi juga masih tinggi. Sebanyak 505 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 127.580 dokter gigi. Untuk dokter spesialis, terdapat 481 kabupaten/kota yang membutuhkan tambahan 55.712 dokter spesialis.

“Kekurangan dokter terutama di kabupaten/kota yang jauh dari ibu kota provinsi dan terutama di Indonesia timur,” kata Prabowo pada pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, persoalan tersebut juga terlihat dari kelengkapan tenaga kesehatan di puskesmas. Ia menyebut hampir seluruh puskesmas belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap.

Untuk mengejar kebutuhan tersebut, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis dalam 21 bulan terakhir. Program pendidikan tersebut dikembangkan baik berbasis perguruan tinggi maupun rumah sakit.

“Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kalinya di 11 provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis kita,” ujar Prabowo. 

Selain bicara fasilitas, Prabowo di kesempatan itu mengungkapkan tengah membangun 66 rumah sakit umum daerah (RSUD) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Lalu, sudah ada 20 RSUD baru yang kini sudah mulai beroperasi.

Selain itu, Prabowo mengatakan negara menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 96,8 juta warga miskin dan tidak mampu. Menurutnya, JKN Indonesia merupakan salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya