Liputan6.com, Jakarta - Lupa ringan bisa dialami siapa saja, tetapi ketika seseorang lupa hal-hal mendasar dalam kehidupan sehari-hari, kondisi itu sudah masuk kategori demensia atau pikun seperti disampaikan dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri, Probosuseno.
“Pikun itu bukan sekadar lupa biasa,” kata Probo dalam acara di pelataran Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM beberapa waktu lalu.
Advertisement
Di Indonesia, jumlah penderita pikun terus meningkat seiring bertambahnya usia. “Semakin tua seseorang, semakin tinggi pula risiko mengalami penurunan fungsi otak,” kata Probo.
Probo menyebutkan demensia dipicu dari penyakit Alzheimer atau gangguan neurodegeneratif akibat obesitas, kandungan lemak darah yang tinggi, tidur tidak cukup sehingga menimbulkan lelah berkepanjangan.
Probo mengatakan seiring bertambahnya usia mempengaruhi kinerja fungsi otak. Namun, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol bisa mempercepat terjadinya demensia. Selain itu, penyakit hipertensi dan diabetes juga bisa memicu demensia.
“Konsumsi alkohol mengganggu metabolisme tubuh. Alat indera yang terganggu juga lebih rentan terhadap penyakit lupa,” katanya mengutip laman UGM.
Tidak hanya soal kebiasaan gaya hidup tidak sehat, ia menjelaskan infeksi tertentu seperti cacar api (herpes zoster) yang menyerang otak juga bisa menyebabkan kerusakan saraf hingga berujung pada alzheimer hingga demensia.
“Meski faktor keturunan memang ada, tetapi pengaruhnya relatif kecil hanya sekitar 20 persen,” imbuh Probo.
Cara Mencegah agar Tak Pikun
Untuk mencegah pikun, Probo mengajak masyarakat terutama lansia untuk selalu menjaga kesehatan otak dengan banyak membaca, mendengarkan, menulis, dan menerangkan supaya melatih otak dengan repetisi sehingga muncul stimulasi intelektual.
Ia juga mengingatkan untuk mengonsumsi makanan sehat yang kaya antioksidan, sayur, buah, serta cukup minum air.
“Catatan untuk jeruk, lebih baik dimakan dengan seratnya yang berwarna putih karena membantu menurunkan lemak jahat,” ungkapnya.
Tidak kalah penting menurutnya adalah untuk selalu menjaga aktivitas spiritual seperti sholat, puasa, dan sedekah dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres.
Menyalurkan kegiatan dan hobi di bidang seni sangat membantu seperti halnya menyanyi, menulis puisi, berolahraga seni bela diri, hingga aktif kegiatan sosial.
Supaya menjaga kadar gula darah tetap normal diminta untuk rutin berolahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda. Disamping itu, selalu mengontrol tekanan darah dan berat badan dengan mengatur pola makanan yang sehat.
“Sulitnya itu ya mengurangi konsumsi santan, gorengan, dan tepung,” pungkasnya.