6 Kebiasaan Pasangan yang Bikin Pernikahan Langgeng dan Bahagia

Tak selalu tentang hal-hal romantis kunci agar pernikahan langgeng dan bahagia.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 18 Agustus 2026, 23:42 WIB
Ilustrasi menghibur, curhat pada pasangan dengan pernikahan langgeng dan bahagia. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pasangan yang hendak menikah atau baru menikah, mungkin berpikir kunci hubungan yang bahagia dan langgeng adalah hal romantis. Nyatanya tidak selalu terkait hal romantis.

Terapis hubungan mengungkapkan beberapa aspek yang bisa mendukung hubungan bisa bahagia dan langgeng. Berikut enam diantaranya seperti mengutip Huffington Post. 

1. Berusaha terhubung setiap hari

Pasangan yang awet jangka panjang mencari cara-cara sederhana untuk tetap terhubung secara fisik dan emosional, bahkan di tengah kesibukan. Misalnya, berpelukan cukup lama, mendengarkan dengan penuh perhatian ketika pasangan sedang mencurahkan isi hati atau memberikan kata-kata yang menenangkan dan dukungan.

“Hubungan emosional adalah perekat dalam hubungan. Seiring waktu, interaksi-interaksi kecil ini membangun rasa percaya dan keintiman yang mendalam, yang membuat pasangan tetap bahagia dan bersama,” kata terapis pernikahan dan keluarga Jennifer Chappell Marsh.

2. Rutin meluangkan waktu untuk saling mengecek keadaan

Ketika kehidupan semakin sibuk, pasangan sering kali menjalani hubungan secara otomatis dan sekadar mengikuti rutinitas, alih-alih secara sadar merawat hubungan.

Namun, pasangan yang mampu mempertahankan hubungan dalam jangka panjang sengaja menjadwalkan waktu untuk saling mengetahui kondisi masing-masing. Bisa berupa obrolan singkat sebelum tidur setiap malam atau percakapan yang lebih mendalam.

“Menjadwalkan waktu berdua untuk membahas masalah dan menyelesaikannya lalu membuat rencana itu adalah hal penting,” kata terapis pernikahan dan keluarga Spencer Northey. 

3. Meminta maaf dan benar-benar bersungguh-sungguh.

“Dalam hal besar maupun kecil, pasangan bisa tanpa sengaja menyakiti satu sama lain. Memiliki kerendahan hati dan kedewasaan untuk menyadari peran kita dalam rasa sakit yang dialami pasangan sangat penting bagi hubungan jangka panjang," kata psikolog Ryan Howes.

Untuk meminta maaf sampaikan permintaan maaf yang menunjukkan empati terhadap pasangan, mengakui kesalahan yang dilakukan, dan menunjukkan bahwa Anda berusaha mengubah perilaku tersebut.

4.

Selanjutnya

4. Tidak menyimpan dendam

Kesalahan dan pertengkaran akan terjadi dalam pernikahan. Hal tersebut merupakan bagian dari hubungan apa pun. Namun, pasangan yang mampu bertahan lama tidak menyimpan dendam atau membiarkan rasa kesal menumpuk. Mereka membicarakannya, menyelesaikannya, lalu melanjutkan kehidupan bersama.

“Mereka memahami bahwa kesalahan adalah pelajaran yang bisa dipetik, bukan alasan untuk mempermalukan atau menghukum satu sama lain,” kata psikolog sekaligus terapis seks Janet Brito.

“Ketika kesalahan terjadi, mereka yakin bahwa mereka tetap dicintai dan dihargai.”

Howes mengatakan, pasangan yang tidak terus mengungkit kesalahan masa lalu akan lebih mampu menghadapi konflik berikutnya secara dewasa.

5.Mencari cara untuk menunjukkan saling memikirkan satu sama lain

Pasangan yang telah lama bersama terbiasa mengungkapkan betapa berartinya pasangan bagi mereka. Tidak harus melalui tindakan romantis yang besar. Bisa saja dengan mengirim pesan saat jam kerja untuk berterima kasih karena pasangan sudah menyiapkan bekal makan siang, atau membelikan sebotol wine yang pernah dipuji pasangan saat bulan madu.

“Bisa berupa sesuatu yang Anda lihat dan mengingatkan Anda pada pasangan, atau pengalaman bersama yang tiba-tiba teringat dan membuat Anda tersenyum sehingga Anda ingin memberitahukannya,” kata terapis Juan Olmedo.

“Kuncinya adalah spontanitas. Bahkan pesan singkat yang tidak terduga dapat membuat hari pasangan menjadi lebih baik. Dan tidak perlu mengharapkan balasan. Ini hanya tentang memberi tahu pasangan bahwa Anda sedang memikirkannya.”

6. Membicarakan hal-hal menyenangkan maupun tidak menyenangkan

Membicarakan hal-hal positif atau menyenangkan dalam kehidupan adalah hal mudah. Namun, membicarakan hal-hal yang kurang menyenangkan, seperti stres, pekerjaan yang menumpuk bahkan  ketidakpuasan dalam kehidupan seksual, bisa terasa jauh lebih sulit.

Meski demikian, percakapan-percakapan sulit tersebut tetap penting. Sering kali, justru pembicaraan yang lebih berat inilah yang membuat pasangan semakin dekat.

“Pasangan yang tetap bersama memiliki percakapan yang tidak nyaman di mana mereka berbagi emosi yang sulit,” kata Chappell Marsh.

“Ketika pasangan merasa ekspresi kesusahan mereka dilihat dan didengar, ikatan mereka menguat, mereka menjadi lebih tangguh dan kapasitas mereka untuk kebahagiaan secara keseluruhan meningkat.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya