Liputan6.com, Jakarta - Lima tenda putih berukuran besar berdiri di tengah area Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tenda-tenda tersebut menjadi bagian dari rumah sakit lapangan yang dibangun untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan setelah gempa magnitudo 7,7 merusak fasilitas rumah sakit di sana.
Tiga tenda disiapkan sebagai ruang rawat inap, satu tenda difungsikan sebagai instalasi gawat darurat (IGD). Lalu, satu tenda lainnya menjadi ruang operasi untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan pembedahan.
Advertisement
“Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat meninjau rumah sakit lapangan tersebut, Selasa (18/8/2026).
Kehadiran ruang operasi menjadi bagian penting dalam memastikan tindakan pembedahan tetap dapat dilakukan meski fasilitas utama RSUD Ruteng mengalami kerusakan akibat gempa. Tenda tersebut dirancang sebagai ruang steril yang dapat diisolasi untuk menjaga keselamatan pasien dan mencegah risiko infeksi selama operasi.
Ruang operasi dilengkapi lampu operasi, meja operasi, serta area untuk memasukkan dan menyiapkan peralatan medis. Sebelum digunakan, ruangan akan melalui proses pembersihan dan sterilisasi.
“Ini ruang operasi. Nanti disterilisasi. Ruang ini steril dan bisa diisolasi. Fasilitas seperti ini pernah digunakan saat bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh,” jelas Budi mengutip keterangan tertulis Kemenkes.
RS Lapangan Ruteng Siapkan 100 Bed
Rumah sakit lapangan dirancang untuk memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pasien di tengah kondisi darurat.
Tenda yang digunakan merupakan tenda standar tanggap bencana yang telah digunakan dalam berbagai respons bencana di dunia, termasuk oleh organisasi kemanusiaan internasional. Fasilitas tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi bencana.
Area rawat inap menggunakan lantai khusus yang memudahkan mobilisasi pasien maupun peralatan medis,. Lalu, lantai tersebut juga bisa mencegah masuknya air ke dalam tenda ketika terjadi hujan.
Di RS lapangan di Ruteng, tiga tenda rawat inap yang masing-masing berkapasitas 20 pasien. Namun, rencananya kapasitas bakal ditambah agar bisa ada 100 tempat tidur.
“Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” kata Budi.