Liputan6.com, Jakarta - Dahak dan ingus kerap dianggap sebagai hal yang sama karena sama-sama berupa lendir. Kendati demikian, dokter menjelaskan bahwa keduanya sebenarnya berasal dari bagian tubuh yang berbeda meski memiliki mekanisme pembentukan yang serupa.
Dokter Ikhsanuddin Qoth’I atau yang kerap disapa dokter Ikhsan menjelaskan, dahak dan ingus terbentuk ketika mukosa atau lapisan yang melapisi bagian dalam tubuh mengalami inflamasi atau peradangan. Saat terjadi infeksi, tubuh akan mengeluarkan lendir sebagai salah satu bentuk perlindungan.
“Jadi kenapa bisa muncul dahak ataupun ingus tadi, karena di mukosa kita ketika terjadi inflamasi, dia akan berusaha memproteksi,” ujar Ikhsan dalam acara Actifed Media Event: Better Self Care Starts from Better Preparation on Transitional Weather pada Kamis (1/10/2026) di Depok, Jawa Barat.
Advertisement
Menurut Ikhsan, perbedaan dahak dan ingus terletak pada bagian tubuh tempat lendir tersebut berada. Lendir yang terdapat di hidung disebut ingus, sedangkan lendir yang berada di bagian mulut atau tenggorokan disebut dahak.
“Lendir ini kalau pada bagian hidung kita sebut sebagai ingus, pada bagian mulut kita sebut sebagai dahak,” jelasnya.
Ia mengatakan, lendir tersebut juga dapat memiliki konsistensi yang berbeda. Ada lendir yang encer, tetapi ada pula yang kental. Kondisi tersebut bergantung pada kondisi tubuh dan infeksi yang dialami.
“Nah, lendir ini bisa beda-beda, bisa encer, bisa juga kental, tergantung kondisinya dan juga tergantung infeksinya,” jelasnya.
Dahak yang Tertelan Umumnya Tidak Berbahaya
Dahak yang tertelan dan masuk ke saluran pencernaan pada dasarnya tidak berbahaya. Hal ini karena saluran pencernaan memiliki asam lambung yang dapat membunuh bakteri.
“Kalau misalkan masuk ke saluran pencernaan, dia aman aja. Kenapa? Karena di saluran pencernaan kita ada namanya asam lambung,” tuturnya.
Ia menjelaskan, asam lambung terdiri dari HCl atau asam klorida yang dapat membunuh bakteri. Tetapi, kondisi tersebut berbeda jika lendir justru masuk ke saluran pernapasan hingga paru-paru.
Advertisement
Dahak yang Masuk ke Paru Perlu Diwaspadai
Kondisi berbeda terjadi jika lendir masuk ke saluran pernapasan hingga paru-paru. Menurut Ikhsan, hal tersebut dapat menimbulkan masalah klinis, terutama pada orang dengan imunitas lemah atau yang tidak mampu mengeluarkan dahak secara optimal.
“Tapi ketika dia masuk ke dalam saluran pernapasan, dalam artian dia masuk ke dalam paru-paru, bisa menimbulkan permasalahan klinis, terutama pada orang yang imunitasnya lemah ataupun pada orang yang tidak punya kemampuan mengeluarkan dahak secara optimal,” jelasnya.
Kondisi tersebut dapat terjadi pada pasien stroke maupun orang yang mengalami kecelakaan dan harus lama terbaring. Kondisi seperti itu tentunya membuat pasien kesulitan untuk mengeluarkan dahak.
Ia mencontohkan di rumah sakit, tenaga kesehatan terkadang melakukan tindakan seperti menepuk-nepuk punggung pasien untuk membantu mengeluarkan dahak.
“Maksudnya untuk melancarkan dahaknya supaya bisa keluar. Kenapa? Karena kalau enggak keluar, dia bisa mengendap di situ dan jadi pneumonia kadang kalau pada orang tua,” jelas Ikhsan.
Karena itu, ia menegaskan bahwa dampak lendir tidak dapat disamaratakan. Kondisinya bergantung pada ke mana lendir tersebut masuk serta kemampuan tubuh seseorang dalam mengeluarkannya.
“Jadi depends (tergantung) masuk ke mana dan depends (tergantung) dari kekuatan atau imunitas dari seseorang itu,” tutupnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364021/original/072430000_1790928361-cek_fakta_-_aturan_pembelian_bbm_pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845745/original/091933300_1562319808-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364315/original/071307000_1790946520-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_20.02.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3467104/original/081368900_1622176385-omar-lopez-zsXDWzlqpKU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5384221/original/000286400_1760761360-Meditasi_untuk_menenangkan_pikiran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364038/original/078447300_1790929099-Dokter_gita_lagi.jpg)