Anak Batuk Pilek, Nucha Bachri Pilih Pantau Gejala Sebelum ke Dokter

Influencer Nucha Bachri memilih memantau kondisi anak terlebih dahulu daripada buru-buru ke dokter.

Diterbitkan 03 Oktober 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim pancaroba membuat anak lebih rentan mengalami batuk, pilek serta demam. Ketika anak mulai sakit, orang tua dapat melakukan beberapa langkah perawatan di rumah sambil memantau perkembangan gejalanya.

Influencer yang juga CEO dan Co-Founder Parentalk, Nucha Bachri, mengatakan dirinya tidak langsung membawa sang anak ke dokter ketika mulai mengalami demam. Ia terlebih dahulu memantau suhu tubuh dan kondisi anak selama beberapa hari.

“Biasanya aku lihat kalau misalkan mereka demam, demam-demamnya berapa nih aku pantau. Sampai 40 enggak sih? Kalau kayak 37, 38 (derajat Celsius), aku agak santai nih. Tapi aku pantau 3 hari enggak demamnya. Kalau tetap demam 3 hari, baru aku bawa ke dokter.”, ujar Nucha dalam acara bersama Actifed pada Kamis (1/10/2026), di Depok, Jawa Barat.

Hal serupa disampaikan dokter Ikhsanuddin Qoth’I. Menurutnya, jika batuk dan pilek baru berlangsung beberapa hari dan tidak menunjukkan perburukan, orang tua masih dapat memantau kondisi anak.

“Kalau misalkan gejalanya itu katakanlah batuk pileknya itu baru beberapa hari, kemudian tidak ada perburukan, itu sebetulnya tidak perlu khawatir berlebihan,” ucap Ikhsan dalam kesempatan yang sama.

Salah satu hal yang dilakukan Nucha ketika anak mengalami flu dan batuk adalah memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Ia memilih meliburkan anak dari sekolah agar dapat beristirahat di rumah.

“Kalau lagi flu disertai dengan batuk dan pilek, selain langsung minum obat, biasanya aku juga pantau.", ujar Nucha.

"Istirahatnya gimana? Biasanya aku liburin, terus enggak usah sekolah, tidur siang tuh jadi sesuatu yang wajib.”, sambungnya.

Selain waktu istirahat, Nucha juga memperhatikan apakah batuk yang dialami anak sampai mengganggu waktu tidurnya.

“Tidur malamnya juga dijaga, pantau, karena biasanya terbangun kan kalau lagi batuk.", tambahnya.

Siapkan Obat yang Dibutuhkan

Selain memastikan anak cukup beristirahat, Nucha juga menyediakan obat untuk keluhan yang umum dialami anak di rumah.

“Jadi ada beberapa hal yang aku perhatikan, baru obatnya karena udah standby di rumah gitu ya di P3K di rumah.”, katanya.

Namun, ketika obat yang dibutuhkan tidak tersedia, Nucha memilih berkonsultasi dengan apoteker sebelum memberikan obat kepada anak.

“Nah tapi kalau lagi stok enggak ada, pasti aku tanya apoteker dulu. Baik secara online atau yang secara offline,”, ujar Nucha.

Pharmacist & Clinical Pharmacy Expert Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Dr. apt. Lucy Novianti, mengatakan masyarakat juga dapat berkonsultasi dengan apoteker ketika mengalami keluhan ringan. Apoteker dapat membantu menentukan obat yang sesuai dengan keluhan yang dialami.

“Saat bertemu apoteker kita bisa diskusi obat yang tepat untuk keluhan pasien,” jelas Lucy.

Pantau Kondisi Anak

Pemantauan kondisi anak juga menjadi bagian penting ketika melakukan perawatan di rumah. Ikhsan mengatakan orang tua perlu melihat perkembangan gejala sebelum menentukan apakah anak masih dapat dipantau atau perlu mendapatkan pemeriksaan.

“Jadi basically (pada dasarnya) ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah waktunya, yang kedua adalah gejalanya, yang ketiga adalah siapa yang kena.”, ujar Ikhsan.

Jika batuk dan pilek masih berlangsung beberapa hari tanpa perburukan, orang tua dapat melanjutkan observasi. Namun, kondisi anak tetap perlu diperhatikan untuk melihat adanya perubahan gejala.