Mulut Dihuni 700 Spesies Mikroorganisme, Tak Semuanya Merugikan

Rongga mulut memiliki ekosistem kompleks yang dihuni oleh lebih dari 700 spesies mikoorganisme.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 20 Agustus 2026, 14:00 WIB
ilustrasi rongga mulut (sumber: unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Mulut bukanlah ruang yang sepenuhnya bebas dari bakteri. Di dalamnya terdapat lebih dari 700 jenis mikroorganisme yang membentuk microbiome atau ekosistem mikroba rongga mulut.

"Rongga mulut yang merupakan komunitas mikroba terbesarkedua dalam tubuh manusia ternyata memiliki ekosistem kompleks yang dihuni oleh lebih dari 700 spesiesmikroorganisme yang disebut sebagai microbiome mulut," kata pakar kesehatan gigi restoratif dari University of Birmingham, Inggris, Praveen Sharma.

Mikroba tersebut tidak semuanya merugikan. Sebagian berperan dalam menjaga keseimbangan kesehatan rongga mulut.

“Layaknya pada usus, microbiome mulut terdiri dari bakteri baik maupun bakteri yang berpotensi merugikan. Ketika keseimbangannya terganggu atau dikenal dengan istilah dysbiosis, maka bakteri merugikan dapat berkembang lebih dominan dan memicu berbagai masalah seperti pembentukan plak, gigi berlubang, radang gusi, hingga bau mulut,” kata Praveen dalam Kursus Penyegar dan Penambah IlmuKedokteran Gigi (KPPIKG) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia pada Selasa (18/8/2026).

Praveen mengungkapkan setiap orang memiliki komposisi bakteri dalam microbiome mulut berbeda pada setiap individu karena dipengaruhi faktor genetika, pola makan, gaya hidup hingga lingkungan.

Secara umum perawatan gigi dan mulut modern bukanlah tentang menghilangkan bakteri sepenuhnya, melainkan menjaga kesehatan microbiome mulut agar bakteri baik dapat mendukung kesehatan gigi dan mulut.

"Apalagi kesehatan gigi dan mulut memiliki kaitan eratdengan kesehatan tubuh secara keseluruhan, sehingga menjaga kesehatan microbiome mulut juga menjadibagian penting dari upaya melindungi kesehatan jangka panjang,” lanjut Praveen.

Inovasi Produk

Pakar kesehatan gigi restoratif dari University of Birmingham, Inggris, Praveen Sharma bicara tentang mikoorganisme di mulut.

Perkembangan ilmu pengetahuan turut mendorong inovasi produk perawatan gigi, termasuk yang mempertimbangkan keseimbangan microbiome di dalam rongga mulut. Pada acara yang dihadiri 1.500 dokter gigi ini Pepsodent memperkenalkan pendekatan perawatan gigi dan mulut berbasis microbiome melalui Pepsodent Pro.Care.

Lewat teknologi Microbiome Active membantu menekan pertumbuhan bakteri yang merugikan sekaligus mendukung bakteri baik di dalam rongga mulut.

“Melalui mekanisme yang menyerupai cara kerja prebiotik, bisa membantu memperkuat pertahanan alamirongga mulut untuk mendukung kesehatan gigi dan mulut secara lebih menyeluruh,” kata Esperansa Hidayat, Personal Care R&D Lead Unilever Indonesia di kesempatan yang sama.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya