Perjalanan Renjun NCT Dream Pulihkan Diri dari Anxiety dan Trauma

Perjalanan Renjun NCT Dream pulihkan diri dari anxiety dan trauma menyimpan cerita yang menarik.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 22 Agustus 2026, 10:00 WIB
Renjun NCT Dream pernah menjalani masa hiatus untuk memprioritaskan kesehatan setelah menghadapi anxiety dan trauma. Dalam proses pemulihan, aktivitas seni menjadi salah satu cara mengekspresikan emosi. (Instagram/yellow_3to3)

Liputan6.com, Jakarta - Penggemar K-Pop, khususnya boy group NCT Dream, tentu sempat khawatir ketika Renjun hiatus beberapa tahun lalu untuk memprioritaskan kesehatan mentalnya. Dia diketahui mengalami gangguan kecemasan (anxiety) dan trauma.

Di tengah proses pemulihannya, salah satu hal yang menarik perhatian adalah cara Renjun mengekspresikan emosinya melalui terapi seni (art therapy), seperti dikutip dari Soompi.

Lebih dari sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang, menggambar dan melukis yang disukai Renjun ternyata sejalan dengan metode art therapy. Pendekatan ini memadukan psikoterapi dengan aktivitas seni untuk membantu meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan emosional.

Mengutip Verywell Mind, Jumat (21/8/2026), art therapy berangkat dari gagasan bahwa ekspresi kreatif dapat membantu seseorang mengeksplorasi emosi dan mendukung proses pemulihan diri.

Penggunaan seni dalam konteks kesehatan mental mulai banyak diamati pada 1940-an. Saat itu, tenaga medis menemukan bahwa orang dengan gangguan mental kerap mengekspresikan perasaan dan pengalaman mereka melalui gambar. Temuan tersebut kemudian mendorong penggunaan aktivitas seni sebagai bagian dari proses pemulihan.

Coretan Tak Harus Indah

Menariknya, seseorang tidak perlu memiliki bakat atau keterampilan khusus dalam bidang seni untuk menjalani art therapy.

Fokus terapi ini bukan pada seberapa bagus atau indah hasil karya yang dibuat, melainkan pada proses mengeksplorasi emosi, pikiran, dan diri sendiri.

Oleh sebab itu, menggambar, melukis, membuat patung, atau sekadar membuat coretan sederhana dapat menjadi bagian dari proses tersebut.

Kondisi yang Dapat Dibantu Art Therapy

Art therapy dapat dilakukan secara mandiri sebagai aktivitas kreatif maupun digunakan bersama metode psikoterapi lainnya, termasuk terapi kelompok. Beberapa kondisi yang dapat dibantu melalui pendekatan ini antara lain:

  • Gangguan kecemasan dan depresi.
  • Gangguan stres pascatrauma (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD).
  • Stres berat dan berbagai masalah emosional.
  • Gangguan makan (eating disorders) dan penyalahgunaan zat.
  • Masalah psikologis yang berkaitan dengan penyakit medis atau proses penuaan.

Manfaat dan Efektivitas Art Therapy

Salah satu studi yang diterbitkan pada 2016 dalam Journal of the American Art Therapy Association menemukan bahwa melakukan aktivitas kreatif selama kurang dari satu jam dapat membantu menurunkan tingkat stres secara signifikan.

Dalam praktiknya, terapis seni dapat menggunakan berbagai media, seperti menggambar, melukis, membuat patung, hingga kolase.

Aktivitas tersebut dapat membantu seseorang mengekspresikan emosi yang sulit disampaikan melalui kata-kata, termasuk pada mereka yang mengalami trauma, kekerasan, atau tingkat kecemasan tinggi.

Meski penelitian mengenai efektivitas art therapy masih terus berkembang, sejumlah studi menunjukkan hasil yang menjanjikan. Terapi seni diketahui dapat:

  • Membantu mengurangi gejala trauma dan depresi pada orang dewasa.
  • Meningkatkan kualitas hidup serta membantu meredakan sejumlah gejala psikologis selama menjalani perawatan medis.
  • Mengurangi gejala depresi dan meningkatkan rasa percaya diri (self-esteem) pada lansia yang tinggal di panti jompo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya