Bukan Cuma karena Usia, Ini Beberapa Penyebab Lutut Sering Terasa Sakit

Lutut sering sakit saat beraktivitas? Ini beberapa penyebab yang mungkin menjadi pemicunya.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 23 Agustus 2026, 15:00 WIB
Lutut menanggung beban besar setiap hari, termasuk saat berjalan, menaiki tangga, dan berolahraga. Karena itu, kesehatan sendi perlu dijaga agar tetap kuat dan fleksibel. (Photo by Terry Shultz on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Nyeri lutut sering dianggap sebagai masalah yang wajar seiring bertambahnya usia. Padahal, lutut bisa terasa sakit karena berbagai faktor, mulai dari osteoartritis, cedera, hingga aktivitas fisik yang berlebihan.

Sebagai sendi terbesar dalam tubuh, lutut menanggung beban setiap kali berjalan, menaiki tangga, berolahraga, bahkan saat melakukan aktivitas sehari-hari. Tekanan berulang dapat membuat sendi mengalami masalah, terutama jika sebelumnya pernah mengalami cedera.

Nyeri lutut kronis juga tidak hanya mengganggu aktivitas. Kondisi ini dapat berdampak secara fisik, emosional, hingga finansial.

Dokter bedah ortopedi di Mayo Clinic, Dr. Matthew Abdel, mengatakan, seseorang belum tentu selalu mengeluhkan rasa sakit yang dialaminya. Namun, nyeri tersebut tetap dapat memenuhi pikirannya, bahkan ketika sedang melakukan atau membicarakan aktivitas lain.

"Anda tidak harus langsung beralih dari 'lutut saya sakit' menjadi menjalani operasi," kata fisioterapis di Hospital for Special Surgery, New York, Robert Turner, dikutip dari Channel News Asia pada Minggu (23/8/2026)

Lantas, apa saja penyebab lutut sering terasa sakit?

Osteoartritis

Salah satu penyebab paling umum nyeri lutut kronis adalah osteoartritis. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan pada sendi mengalami kerusakan dan kehilangan kemampuannya menyerap benturan.

Osteoartritis dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, peradangan, dan terkadang pembengkakan. Keluhan biasanya semakin terasa seiring waktu, meski tingkat nyerinya dapat berbeda dari hari ke hari.

Dokter bedah ortopedi di Cleveland Clinic, Dr. Nicholas Scarcella, mengatakan, nyeri akibat osteoartritis dapat terasa tajam atau berdenyut. Rasa sakit bisa muncul di sisi lutut maupun di bawah tempurung lutut.

Kekakuan pada pagi hari juga umum terjadi. Biasanya, lutut akan terasa lebih mudah digerakkan setelah tubuh mulai beraktivitas.

Aktivitas Fisik Berlebihan

Nyeri lutut juga dapat terjadi pada orang yang aktif berolahraga. Salah satu penyebabnya adalah cedera akibat penggunaan berlebihan atau overuse injury.

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang tiba-tiba meningkatkan intensitas, durasi, atau frekuensi olahraga.

Pelari jarak jauh, misalnya, rentan mengalami iliotibial band syndrome yang menyebabkan nyeri di bagian luar lutut.

Sementara itu, penggunaan lutut secara berlebihan, otot paha depan yang lemah, posisi lutut yang kurang baik, dan riwayat cedera dapat memicu patellofemoral pain syndrome atau runner's knee. Kondisi ini biasanya menyebabkan nyeri di bawah tempurung lutut.

Cedera Lutut

Nyeri juga bisa muncul secara tiba-tiba setelah terjatuh, mengalami kecelakaan, berolahraga, atau melakukan gerakan tertentu.

Salah satu cedera lutut yang umum adalah robekan meniskus. Meniskus merupakan jaringan tulang rawan berbentuk seperti bulan sabit yang berfungsi menyerap benturan dan membantu menjaga kestabilan lutut.

Robekan meniskus sering terjadi akibat gerakan memutar dan dapat menyebabkan nyeri tajam, pembengkakan, serta kesulitan menekuk lutut.

"Biasanya, kejadian yang menyebabkan cedera tersebut dapat diingat dengan jelas oleh seseorang," ujar Scarcella.

Cedera ligamen juga dapat menyebabkan nyeri lutut. Salah satu yang sering terjadi adalah cedera anterior cruciate ligament (ACL). Pada robekan ACL, seseorang bahkan dapat merasakan atau mendengar bunyi seperti "pop" pada lutut.

Cara Mengatasi Nyeri Lutut

Lutut menanggung beban besar setiap hari, termasuk saat berjalan, menaiki tangga, dan berolahraga. Karena itu, kesehatan sendi perlu dijaga agar tetap kuat dan fleksibel. (https://unsplash.com/Angelo Pantazis)

Penanganan nyeri lutut bergantung pada penyebabnya. Jika nyeri muncul secara bertahap, fisioterapis dapat membantu mengidentifikasi pola gerakan atau kelemahan otot yang mungkin menjadi pemicu.

Memperkuat otot di sekitar lutut, termasuk otot bokong, panggul, paha, betis, dan pergelangan kaki, juga dapat membantu mengurangi nyeri serta mencegah keluhan berulang.

Olahraga tetap penting, termasuk bagi penderita osteoartritis. Jika aktivitas rutin terasa menyakitkan, olahraga dengan dampak rendah seperti bersepeda, berenang, atau menggunakan mesin elliptical dapat menjadi pilihan.

Untuk cedera yang terjadi tiba-tiba, hentikan aktivitas yang memicu nyeri dan kompres area sekitar lutut dengan es. Obat pereda nyeri tertentu juga dapat digunakan sesuai anjuran.

Segera periksa ke dokter jika lutut terasa tidak stabil, nyeri sangat tajam, sulit menaiki tangga, atau tidak mampu berjalan lebih dari beberapa langkah tanpa rasa sakit.

Demam, nyeri yang semakin parah, nyeri tepat di atas tulang, atau rasa sakit yang membuat terbangun pada malam hari juga tidak boleh diabaikan.

Menjaga Kesehatan Lutut

Lutut menanggung beban besar setiap hari, termasuk saat berjalan, menaiki tangga, dan berolahraga. Karena itu, kesehatan sendi perlu dijaga agar tetap kuat dan fleksibel (Foto: Aparna Johri/Unsplash)

Usia dan faktor genetik memang tidak dapat diubah. Namun, menjaga berat badan tetap sehat dapat membantu mengurangi tekanan pada lutut.

Setiap langkah memberikan beban sekitar dua hingga tiga kali berat badan pada lutut. Karena itu, mempertahankan berat badan sehat dan tetap aktif dapat membantu menjaga fungsi sendi.

Bahkan jika sudah mengalami radang sendi, menjaga kekuatan dan kelenturan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, serta mendapatkan istirahat yang cukup dapat membantu mengurangi gejala.

"Jadi, meski kita tidak dapat sepenuhnya mencegahnya, kita tetap dapat mengelolanya secara proaktif," kata Direktur Regenerative Medicine di Mass General Brigham, Dr. Joanne Borg Stein.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya