Kolom Pakar: Dampak Kesehatan Kebakaran Hutan

Apa saja dampak asap kebakaran hutan bagi kesehatan? Kenali risikonya dan cara menguranginya.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 24 Agustus 2026, 06:00 WIB
Asap kebakaran hutan mengandung berbagai zat yang dapat mengganggu kesehatan, mulai dari PM2.5 hingga gas dan bahan organik hasil pembakaran. Dampaknya bisa dirasakan dalam jangka pendek maupun panjang.

Liputan6.com, Jakarta - Ada tiga plus satu kandungan asap kebakaran hutan yang mengganggu kesehatan. Pertama adalah partikel, utamanya yang berukuran 2,5 mikron yang disebut PM2.5. Karena kecilnya partikel ini maka dapat masuk jauh ke dalam paru ke bagian yang disebut alveolus paru dan dampaknya dapat menyebar melalui peredaran darah dan mencetuskan terjadinya inflamasi atau peradangan.

Kedua adalah gas seperti NO2, ozone, dan juga hidrokarbon aromatik. Ketiga bahan organik lain akibat pembakaran pohon dan tanaman lainnya.

Saya sebut 'plus satu' karena WHO menyebutkan bahwa terbentuk campuran toksik (toxic mix) dari berbagai di atas (dan bahan lain) akibat kebakaran hutan ini.

Tentang dampaknya, juga ada tiga plus satu. Pertama adalah dampak akut seperti terjadi ISPA, dll. Kedua dampak lanjutan, seperti perburukan infeksi paru, penyakit asma dan penyakit lain seperti dapat menyebabkan peningkatan risiko gangguan kardio respirasi.

Ketiga, terjadinya kebakaran hutan juga akan mengganggu akses penduduk ke pelayanan kesehatan di daerah itu. Bahkan bukan tidak mungkin fasilitas pelayanan kesehatan seperti klinik dan rumah sakit tidak dapat bekerja optimal karena ada kebakaran hutan di sekitarnya.

 

Prof Tjandra Yoga Aditama (Foto Pribadi)

Nah, plus satunya adalah kalau kebakaran hutan yang tinggi intensitasnya, di area yang luas dan berlangsung cukup lama akan berdampak pada transportasi di daerah terdampak, juga ketersediaan air bersih, gangguan komunikasi dan sumber daya pula.

Tentang apa yang perlu dilakukan maka ada empat plus satu juga. Pada 29 Juli 2026 kantor WHO Eropa yang benuanya kini sedang dilanda kebakaran hutan cukup luas menganjurkan empat hal.

Pertama, bila aman agar menghindar dari kebakaran yang sedang aktif. Kedua, hindari perjalanan yang tidak terlalu perlu dan ketiga gunakanlah masker yang baik --- bahkan bila perlu dalam bentuk respirator --- kalau harus ke daerah dekat kebakaran hutan.

Keempat, warga yang mengalami gangguan pernapasan atau nyeri dada maka harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Saya tambahkan plus satu adalah agar masyarakat di daerah kebakaran hutan perlu selalu menjaga dan memelihara kesehatannya.

Perilaku hidup bersih dan sehat harus terus diterapkan agar daya tahan tubuh terjaga baik, sehingga dampak asap kebakaran hutan akan dapat dikendalikan dengan baik.

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University

Sedang di Labuan Bajo dan kemarin menyerahkan bantuan ke RS Komodo untuk korban gempa NTT

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya