Bukan Pacaran tapi Dekat? Kenali 5 Ciri Kamu Jalani HTS

Pakar menjelaskan tanda-tanda, pengaruh emosional di baliknya, hingga cara keluar dari hubungan tanpa status (HTS).

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 28 Agustus 2026, 20:00 WIB
Hubungan tanpa status sering kali bikin bingung dan resah. Kalau terus berjalan dengan pola yang sama, sebaiknya akhiri demi menjaga diri sendiri. (Foto: unsplash.com)

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena percintaan masa kini melahirkan berbagai istilah baru untuk menggambarkan dinamika hubungan antarmanusia. Salah satu yang paling populer namun sering kali membingungkan adalah situationship, atau umum dikenal sebagai hubungan tanpa status (HTS).

Secara harfiah, istilah ini merujuk pada ikatan romantis yang tidak memiliki status, komitmen, maupun kejelasan nama secara formal, dikutip Cleveland Clinic (27/8/2026).

Psikolog Susan Albers, PsyD, menjelaskan bahwa HTS memiliki ciri utama yaitu tidak adanya kewajiban dan batasan yang tegas.

"Ada elemen persahabatan dan romansa di dalamnya, tetapi tanpa kejelasan status. Jadi pada dasarnya, seseorang dapat manfaat dari hubungan tradisional tanpa perlu berkomitmen," ujar Albers.

Pada tahap awal, HTS kerap terasa menyenangkan karena ada kebebasan selayaknya orang lajang namun tetap memberikan rasa terhubung. Namun, seiring berjalannya waktu, ketidakjelasan status ini mulai membebani pikiran.

Albers menyebutkan bahwa otak manusia menyukai kejelasan dan cenderung memproses hal-hal secara hitam-putih. Akibatnya, berada di fase abu-abu dalam waktu lama dapat memicu rasa cemas atau anxiety.

Secara biologis, saat seseorang dekat dengan orang lain, otak akan melepaskan hormon oksitosin yang memicu rasa percaya dan keterikatan emosional. Hormon ini tidak peduli apakah ada niatan untuk jatuh cinta atau tidak.

"Sangat sulit untuk mengabaikan kerja hormon seperti oksitosin hanya dengan logika bahwa kita tidak memiliki ikatan dengan seseorang," jelas Albers.

Mengenali 5 Ciri Kamu Berada Dalam HTS

Untuk mengetahui apakah seseorang sedang berada dalam hubungan ini, terdapat lima indikator utama.

  • Tidak ada status jelas yang spesial: tidak pernah ada percakapan mendasar untuk memperjelas status (define-the-relationship).
  • Tanpa batasan jelas: tidak ada yang pasti mengenai ekspektasi.
  • Komunikasi tidak teratur: percakapan cenderung biasa saja atau hanya dilakukan sesekali.
  • Tidak dilibatkan dalam sehari-hari: ciri ini biasanya ditandai dengan pasangan yang tidak pernah diperkenalkan kepada keluarga atau grup pertemanan.
  • Hubungan terasa alan di tempat: tidak ada pembahasan mengenai masa depan atau arah hubungan ke depannya.

Red Flags dan Risiko Hubungan Toksik

 

Seiring berjalannya waktu, situationship atau HTS ini berisiko berubah menjadi hubungan yang toksik, terutama jika ekspektasi kedua belah pihak tidak sejalan.

Tanda bahaya yang perlu diwaspadai meliputi ketidakseimbangan peran, merasa hanya dimanfaatkan untuk beberapa hal, merahasiakan hubungan, hingga perilaku manipulatif seperti memberi harapan palsu (breadcrumbing). 

 

Cara Mengakhiri Hubungan Tanpa Status

Sebagian besar situationship berakhir tanpa kepastian, baik melalui metode ghosting atau menghilang tiba-tiba maupun perlahan menjauh begitu saja. Hal ini sering kali menyisakan rasa sakit karena tidak adanya kejelasan atau closure.

Oleh karena itu, seseorang harus berani mengambil langkah tegas dengan mengomunikasikan secara langsung bahwa hubungan telah berakhir.

"Pandanglah situationship sebagai pengalaman belajar, bukan sebuah kesalahan atau kegagalan. Pahami itu sebagai salah satu bab dari riwayat hubungan Anda," tutup Albers.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya