Liputan6.com, Jakarta - Dalam urusan asmara dan masa berpacaran, hubungan pertemanan terkadang berkembang menjadi ketertarikan romantis, meski tidak semua perasaan berbalas.
Kondisi ketika satu orang dalam ikatan pertemanan menginginkan hubungan yang lebih jauh, sementara pihak lainnya tidak, kerap disebut friend zone.
Sosiolog Jenn Gunsaullus, PhD, menjelaskan bahwa friend zone merupakan kondisi ketika seseorang menginginkan hubungan yang lebih jauh, tetapi orang yang disukainya hanya melihatnya sebagai teman. Bagi pihak yang memiliki perasaan, situasi tersebut dapat terasa seperti berada dalam ketidakpastian.
Advertisement
Menurut Gunsaullus, seseorang dapat terjebak dalam situasi tersebut karena berbagai alasan. Salah satunya adalah kemistri yang tidak cocok atau waktu yang kurang tepat, dikutip Verywell Mind pada Kamis (27/8/2026).
Dalam beberapa kasus, dua-duanya sebenarnya memiliki perasaan, tetapi takut mengambil langkah karena khawatir hubungan pertemanan akan rusak.
Sebagian orang juga sengaja tidak menunjukkan ketertarikan karena ingin terlihat santai dan aman. Mereka akhirnya lebih banyak terus berjalan sebagai teman dekat atau orang yang selalu hadir.
Friend Zone Memicu Rasa Tidak Nyaman
Meski berada dalam hubungan pertemanan dapat terasa aman, kondisi tersebut dapat menjadi masalah apabila salah satu pihak terus menyimpan perasaan lebih.
Terapis hubungan dan keluarga berlisensi dari LifeStance Health, Leanna Stockard, LMFT, mengatakan seseorang yang berada dalam situasi tersebut dapat mulai merasa ditolak, tidak percaya diri, bahkan menyimpan rasa kesal terhadap orang yang disukainya.
Jika tidak diselesaikan dengan baik, perasaan tersebut dapat berkembang menjadi perilaku tidak sehat atau ekspektasi yang tidak realistis terhadap hubungan.
Karena itu, langkah pertama yang disarankan adalah melakukan refleksi diri. Stockard menekankan pentingnya memahami bahwa ketika seseorang tidak membalas perasaan, hal tersebut tidak selalu berkaitan dengan nilai diri atau kepribadian yang tidak diterima.
Perlu diingat, tidak semua orang cocok satu sama lain. Jika seseorang merasa tidak sanggup menjalani hubungan hanya sebagai teman, coba untuk membuat batasan atau mengambil jarak demi menjaga kesehatan mental dan harga diri.
Ungkap Perasaan yang Jujur dan Tenang
Bagi orang yang ingin mengubah hubungan tersebut, Gunsaullus menyarankan untuk membicarakan perasaan secara jelas dan baik. Momen saat mengakui tersebut tidak boleh disertai tekanan agar orang lain bisa membuka perasaan yang sama.
Setelah perasaan disampaikan dan ternyata berbalas, hubungan dapat perlahan menjadi lebih serius, misalnya menjalin komitmen dan menghabiskan waktu dengan berkencan.
Tetapi, jika orang tersebut masih bingung, berikan waktu untuk berpikir dan hindari memaksanya memberikan jawaban.
Sementara itu, jika perasaan tidak berbalas, Stockard menyarankan untuk menerima kenyataan dan menentukan apakah pertemanan masih bisa dipertahankan.
Pilihannya bisa tetap berteman dengan tulus atau mengambil jarak. Menjalani hubungan dengan harapan bahwa orang tersebut suatu saat akan berubah pikiran justru dapat membuat dia tetap terjebak.
Fokus pada Diri Sendiri
Terlepas dari respons yang diberikan, cobalah untuk kembali berfokus pada diri sendiri. Stockard menyarankan untuk membangun percaya diri, mengembangkan hobi, meningkatkan kemampuan sosial, serta memperhatikan perkembangan mental dan emosional.
Dengan begitu, tujuan keluar dari friend zone bukan semata-mata membuat orang yang disukai berubah pikiran.
Lebih dari itu, langkah tersebut dapat membantu seseorang memiliki hubungan yang lebih sehat dengan dirinya sendiri dan lebih siap ketika nantinya bertemu dengan orang yang memiliki perasaan yang sama.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334197/original/046223400_1787824544-HOAX__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3991622/original/083182400_1649658057-jason-goodman-0K7GgiA8lVE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419724/original/095427700_1763707918-kc-shum-Vvx9JmBVXzc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334488/original/040068400_1787847066-General_Manager_Women___Children_Service_Sunway_Medical_Centre__Sunway_City__Kuala_Lumpur__Dr_Ng_Lee_Li__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334439/original/055103700_1787843554-Children_Service_Sunway_Medical_Centre__Sunway_City__Kuala_Lumpur__12_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334353/original/075456200_1787835380-ChatGPT_Image_Aug_27__2026__07_51_24_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4397419/original/060937600_1681648442-farhad-ibrahimzade-qgGc_1a6xGc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334191/original/087386200_1787823922-WhatsApp_Image_2026-08-27_at_4.43.56_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505269/original/024434400_1771382950-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334024/original/008591500_1787817659-WhatsApp_Image_2026-08-27_at_2.44.36_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333731/original/041542500_1787804879-20260826_142052.jpg)