Liputan6.com, Jakarta - Rasa pegal atau nyeri otot yang muncul beberapa jam hingga dua-tiga hari setelah latihan fisik merupakan respons alami tubuh. Kondisi ini umumnya dikenal sebagai Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) akibat adanya peradangan ringan pada serabut otot.
Dokter spesialis kedokteran olahraga, Andhika Raspati, menjelaskan bahwa rasa sakit ini terjadi pada jaringan otot, bukan persendian, ketika tubuh menerima beban latihan baru yang menantang.
Advertisement
"Seringnya terjadi pada gerakan baru atau beban baru. Misalnya, dari yang tidak pernah squat tiba-tiba melakukan squat. DOMS itu nyeri pada otot, bukan sendi,” tutur Andhika dalam sesi diskusi "Memahami Hubungan Obesitas, Osteoarthritis Lutut, dan Kualitas Hidup" oleh Novo Nordisk Indonesia di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Ketika tubuh melakukan latihan yang cukup menantang, serabut otot akan meradang karena 'dirusak' secara sengaja. Olahraga itu pada dasarnya memang 'merusak' jaringan tubuh terlebih dahulu seperti dijelaskan Andhika. Namun, proses "perusakan" ini sebenarnya merupakan langkah awal tubuh untuk meningkatkan kapasitas fisik dan kebugaran.
Ketika tubuh 'dirusak' lalu diistirahatkan dengan cukup dan makan dengan baik, jaringan yang rusak akan terganti dengan jaringan baru yang lebih baik dan bugar. Andhika sebut, dari sanalah terjadi peningkatan kebugaran.
Karena itu, jika menjalani olahraga terlalu berlebihan atau cenderung memaksakan, rasa sakit memang akan mengganggu. Ketika masanya sudah selesai dan terjadi regenerasi yang lebih kuat, tubuh tidak akan merasa sesakit itu lagi ketika melakukan gerakan yang sama selanjutnya.
"Ketika tubuh 'dirusak' lalu kita beristirahat dengan cukup, makan yang baik, jaringan yang rusak tadi bakal diganti dengan jaringan baru yang lebih oke. Di situlah terjadi peningkatan kebugaran. Makanya, kalau merusaknya terlalu heboh, sakitnya memang akan mengganggu. Tapi ketika regenerasinya kuat, untuk gerakan berikutnya yang sama, tubuh tidak akan merasa sesakit itu lagi," ujar Andhika.
Di samping itu, peningkatan kebugaran tidak terjadi saat latihan, melainkan saat fase pemulihan. Nutrisi yang tepat dan istirahat yang cukup adalah syarat wajib agar regenerasi otot berjalan maksimal.
Pemanasan Tidak Menjamin Bebas Nyeri
Andhika menegaskan, walaupun pemanasan dilakukan secara maksimal hingga tubuh terasa panas, jika beban latihan yang digunakan sangat berat atau belum pernah dilakukan, keluhan seperti DOMS hingga risiko cedera tetap bisa terjadi.
Pemanasan mengurangi risiko, namun tidak menghilangkan penuh respons alami otot terhadap beban berat.
“Walaupun pemanasan mau sampe sepanas apapun, semendidih apapun badannya, selama bebannya terlalu berat, maka tubuh tetep akan mengalami keluhan,” tutup Andhika.