Liputan6.com, Jakarta - Jari tangan dan kaki yang berubah menjadi keriput setelah lama berenang atau berendam merupakan kondisi yang umum terjadi. Semakin lama terendam air, kulit pada bagian tersebut akan terlihat mengerut dan terkadang menjadi lebih pucat.
Selama ini, muncul anggapan bahwa kulit keriput karena menyerap air, kemudian membengkak dan mengerut. Namun, menurut ahli biomedis dari Binghamton University, Amerika Serikat, Guy German, penjelasan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Advertisement
Dalam artikel yang dimuat The Conversation, German menjelaskan bahwa penelitian pada 1930-an menemukan orang dengan kerusakan saraf pada jari tidak mengalami keriput setelah berendam.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kulit keriput akibat terendam air tidak hanya berkaitan dengan masuknya air ke kulit, tetapi juga melibatkan sistem saraf, dikutip Selasa (8/9/2026).
Melibatkan Sistem Saraf dan Pembuluh Darah
Tubuh memiliki sistem saraf otonom yang mengatur berbagai fungsi tanpa perlu dikendalikan secara sadar. Sistem ini antara lain berperan dalam mengatur detak jantung, pernapasan, serta penyempitan dan pelebaran pembuluh darah.
Ketika tangan dan kaki berada di dalam air selama beberapa menit, air dapat masuk ke jaringan kulit melalui saluran keringat. Kondisi ini menyebabkan konsentrasi garam di dalam jaringan kulit menurun.
Serabut saraf kemudian mengirimkan sinyal mengenai perubahan tersebut ke otak. Sistem saraf otonom merespons dengan membuat pembuluh darah menyempit.
Saat pembuluh darah kecil di dalam kulit menyempit, volume jaringan kulit ikut berkurang. Permukaan kulit kemudian tertarik ke bawah dan membentuk pola keriput yang terlihat pada jari setelah lama terkena air.
Penyempitan pembuluh darah juga membuat kulit terlihat lebih pucat. Menurut German, perubahan warna tersebut lebih mudah terlihat pada orang dengan warna kulit lebih terang.
Pada orang dengan kerusakan saraf, sinyal untuk menyempitkan pembuluh darah tidak sampai ke jari. Akibatnya, keriput tidak terbentuk meskipun tangan berada di dalam air dalam waktu lama.
Jari Keriput Saat Basah Diduga Punya Manfaat
Keriput pada jari setelah terendam air ternyata diduga memiliki manfaat. German menjelaskan, sejumlah penelitian menemukan bahwa kulit yang keriput dapat memberikan daya cengkeram lebih baik di dalam air dibandingkan kulit yang tidak mengalami keriput.
Daya cengkeram yang lebih kuat dapat membantu seseorang memegang benda dengan lebih baik sehingga mengurangi risiko benda tergelincir dalam kondisi licin.
Pada jari kaki, kondisi ini juga diduga membantu seseorang berjalan di permukaan basah atau berada di dalam air dengan risiko terpeleset yang lebih rendah.
Meski demikian, German menyebut manfaat tersebut sebagai kemungkinan keuntungan yang berkembang dari waktu ke waktu. Alasan pasti manusia mengalami keriput pada jari ketika terkena air masih menjadi bagian dari penelitian.
Paparan air dalam waktu lama memang dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, tetapi proses tersebut membutuhkan waktu yang jauh lebih lama, bahkan dapat berlangsung selama berminggu-minggu.
Sementara itu, keriput pada jari setelah berenang, mandi, atau berendam umumnya hanya bersifat sementara dan akan kembali seperti semula setelah kulit mengering.