Liputan6.com, Jakarta - Warna urine ternyata bisa memberikan petunjuk tentang kondisi tubuh. Mulai dari bening, kuning pekat, merah, hingga cokelat, setiap perubahan warna dapat memiliki arti berbeda.
Karena itu, jangan buru-buru mengabaikan perubahan warna urine saat buang air kecil. Dalam kondisi tertentu, warna urine memang hanya berkaitan dengan jumlah cairan yang dikonsumsi. Namun, perubahan warna tertentu juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperiksa.
Advertisement
Pakar urologi Adam Cohen, MD, menjelaskan bahwa urine orang sehat dengan hidrasi yang cukup umumnya berwarna kuning pucat. Warna tersebut berasal dari pigmen alami bernama urochrome atau urobilin yang terdapat dalam zat sisa hasil penyaringan darah oleh ginjal.
"Banyak perubahan yang mudah dijelaskan, meski beberapa di antaranya mungkin memerlukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya," ujar Cohen seperti dikutip dari Cleveland Clinic pada Rabu (9/9/2026).
Lantas, apa arti warna urine yang berbeda-beda?
1. Urine Bening
Urine yang benar-benar bening tanpa rona kuning biasanya menunjukkan tubuh mendapatkan banyak cairan. Namun, urine tidak harus selalu bening untuk menandakan hidrasi yang baik.
Minum air secara berlebihan justru dapat mengencerkan kadar elektrolit penting dalam darah. Karena itu, tidak perlu memaksakan diri minum air hingga urine terus-menerus terlihat transparan.
2. Kuning Pucat
Jika urine berwarna kuning pucat atau kuning muda seperti jerami, kondisi tersebut umumnya menunjukkan hidrasi tubuh berada pada tingkat yang baik.
Pada kondisi ini, jumlah cairan dalam tubuh cukup untuk membantu ginjal menyaring dan membuang zat sisa secara optimal.
3. Kuning Pekat
Warna urine yang berubah menjadi kuning pekat hingga kecokelatan seperti madu dapat menjadi tanda tubuh mulai mengalami dehidrasi.
Kondisi ini dapat terjadi ketika asupan air berkurang atau tubuh kehilangan banyak cairan akibat aktivitas fisik dan keringat.
Jika tidak ada kondisi medis lain yang menyebabkannya, meningkatkan asupan air putih dapat membantu mengembalikan warna urine menjadi lebih pucat.
4. Urine Cokelat Tua
Urine berwarna cokelat tua atau seperti teh pekat perlu mendapat perhatian lebih. Selain dapat menandakan dehidrasi berat, warna ini juga bisa berkaitan dengan gangguan hati atau saluran empedu.
Pada kondisi tertentu, urine berwarna cokelat gelap juga dapat muncul akibat porfiria, kelainan langka yang memengaruhi kulit dan sistem saraf.
5. Urine Merah
Urine berwarna merah muda hingga merah terkadang muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, seperti buah bit, buah naga, atau buah beri.
Namun, jika tidak berkaitan dengan makanan, warna merah dapat menunjukkan adanya darah dalam urine atau hematuria.
Kondisi tersebut tidak sebaiknya diabaikan karena dapat berkaitan dengan infeksi saluran kemih (ISK), batu ginjal, gangguan prostat, hingga tumor. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
6. Urine Oranye, Biru, atau Hijau Bisa Dipicu Obat
Urine berwarna oranye dapat dipengaruhi obat-obatan tertentu atau gangguan pada saluran empedu.
Sementara itu, warna biru dan hijau tergolong jarang. Penyebabnya dapat berupa pewarna makanan sintetis, efek samping obat tertentu, atau infeksi bakteri pada saluran kemih.
Menurut Cohen, perubahan warna tersebut juga dapat berkaitan dengan kondisi genetik langka yang menyebabkan kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi atau hiperkalsemia.
7. Urine Keruh
Urine yang terlihat keruh atau menyerupai susu dapat berkaitan dengan infeksi saluran kemih maupun batu ginjal. Dehidrasi juga dapat membuat urine tampak lebih pekat.
Jika urine terus berubah warna atau disertai gejala seperti nyeri saat buang air kecil, darah dalam urine, demam, atau keluhan lainnya, jangan hanya mengandalkan konsumsi air putih.
Periksakan kondisi tersebut kepada tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.