Liputan6.com, Cikarang - Seharian beraktivitas di luar rumah dan menggunakan makeup membuat wajah perlu dibersihkan dengan baik. Namun, rasa lelah setelah beraktivitas terkadang membuat seseorang malas atau lupa membersihkan wajah secara menyeluruh.
Padahal, sisa riasan, minyak, dan kotoran yang menumpuk dapat menyumbat pori-pori dan memicu terbentuknya komedo. Jika kondisi tersebut disertai peradangan, jerawat pun dapat muncul.
Advertisement
Dokter Rahmadonal Muhammad Iqhbal menjelaskan kulit secara alami memiliki minyak dan flora normal atau mikroorganisme yang hidup di permukaannya. Ketika pori-pori tersumbat, kondisi tersebut dapat memicu proses peradangan hingga muncul jerawat.
"Jerawat itu kan muncul kalau misalnya ada penumpukan di pori-pori kita, tersumbat pori-porinya. Nah pori-pori kita itu juga udah ada bakterinya di sana, kalau misalnya tersumbat, ada komedo, jadi infeksi di sana, meradang, muncullah jerawat," terang Iqhbal dalam acara Kao Life Academy Meet Up Vol. 3 di Cikarang, Jawa Barat pada Kamis, 10 September 2026.
Double Cleansing, Hindari Menggosok Terlalu Keras
Salah satu cara membersihkan wajah setelah menggunakan makeup adalah double cleansing, yakni membersihkan wajah melalui dua tahap. Proses tersebut tetap perlu dilakukan dengan lembut.
Jika menggosok wajah terlalu keras bukan berarti membuat kulit lebih bersih. Gesekan berlebihan justru dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu skin barrier atau lapisan pelindung kulit.
"Pertama kita membersihkan makeup-nya dulu, dan cleansing-nya jangan kuat-kuat juga, jangan gosok (keras) banget, karena itu bikin iritasi, skin barrier juga jadi rusak. Jadi pelan-pelan aja dengan produk yang gentle, habis itu kita cuci lagi, baru yang kedua untuk membersihkan lebih dalam," ujar dokter yang juga juara 1 Liga Dangdut (LIDA) 2021 itu.
Pembersihan dapat dilakukan dengan mengangkat riasan secara perlahan menggunakan micellar water, kemudian dilanjutkan dengan facial wash yang lembut.
Tidak Asal Ganti Produk agar Imunitas Kulit Tidak Menurun
Selain teknik mengusap yang harus lembut konsistensi penggunaan produk pembersih wajah juga memegang peranan penting.
Mengganti produk pembersih wajah terlalu sering, menurut Iqhbal, justru dapat membingungkan flora normal yang hidup di permukaan kulit. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu turunnya imunitas dan munculnya infeksi.
Maka dari itu, Iqhbal menyarankan untuk tetap menggunakan satu produk yang sudah terbukti cocok di kulit.
Jika produk yang dipakai mampu meredakan kemerahan, membuat kulit terasa segar dan bersih, serta tidak meninggalkan efek kulit "ketarik" atau kering, maka produk tersebut terindikasi cocok.
"Kalau bisa sih dengan facial wash yang sama, pemakaian satu produk yang konsisten, udah cocok di kulit kita. Kalau diganti-ganti lagi takutnya nanti flora normal yang di kulit kita bingung juga, bisa jadi dia bikin imunitas kulit kita makin menurun gitu, jadi bikin infeksi mudah datang," pungkas Iqhbal.