Kisah Alexander Zverev Hadapi Diabetes Tipe 1 di Puncak Tenis Dunia

Alexander Zverev buktikan diabetes tipe 1 tak menghalangi prestasi hingga menjadi juara French Open.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 16 September 2026, 16:00 WIB
Alexander Zverev menunjukkan pengelolaan diabetes tipe 1 di tengah pertandingan tenis. Kisahnya menjadi gambaran bahwa kondisi kronis tidak harus membatasi seseorang dalam mengejar prestasi dan cita-cita. (Sumber: instagram.com/alexzverev123)

Liputan6.com, Jakarta - Saat Alexander Zverev menjuarai French Open, perhatian publik tertuju pada trofi yang berhasil diraihnya. Namun, bagi jutaan orang yang hidup dengan diabetes tipe 1, ada momen lain yang tak kalah berarti.

Di tengah turnamen, Zverev tertangkap kamera sedang memeriksa kadar glukosa dan menyuntikkan insulin di pinggir lapangan. Bagi penyandang diabetes, tindakan tersebut merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Foto itu kemudian beredar luas di media sosial. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana seorang atlet profesional mengelola diabetes tipe 1 saat bertanding di level tertinggi.

Zverev didiagnosis diabetes ketika berumur empat tahun. Sejak kecil, dia harus belajar menyeimbangkan aktivitas sebagai atlet dengan tuntutan mengelola penyakit autoimun kronis.

Sebelum menjadi juara Grand Slam, Zverev sudah terbiasa memantau kadar gula darah, menghitung dosis insulin, dan menyesuaikan diri dengan berbagai faktor yang dapat memengaruhi kadar glukosa.

Selama bertahun-tahun, dia memilih merahasiakan diagnosis tersebut. Zverev mengaku khawatir orang lain akan menganggap diabetes sebagai kelemahan atau menilai kondisinya dapat menghalangi kariernya di tenis profesional, seperti dikutip dari diabetesresearchconnection.org pada Rabu, 16 September 2026.

Saat masih kecil, dia bahkan pernah diberi tahu bahwa diabetes akan membatasi pencapaiannya. Kenyataannya, Zverev justru mampu meraih medali emas Olimpiade, menjadi juara Grand Slam, dan menempatkan diri sebagai salah satu petenis sukses dunia.

Mengelola Gula Darah di Tengah Pertandingan

Tenis merupakan olahraga yang sangat menguras fisik. Pertandingan dapat berlangsung selama berjam-jam dan terkadang dimainkan dalam kondisi panas ekstrem.

Atlet harus mempertahankan fokus, daya tahan, dan ketepatan dari poin pertama hingga pertandingan berakhir.

Bagi Zverev sebagai penyandang diabetes tipe 1, aktivitas fisik selama pertandingan dapat memengaruhi kadar gula darah. Setiap sprint, servis, dan pergantian sisi lapangan menjadi bagian dari faktor yang perlu diperhitungkan.

Gula darah terlalu rendah dapat memengaruhi waktu reaksi, keseimbangan, koordinasi, kemampuan berpikir, dan konsentrasi.

Sebaliknya, gula darah terlalu tinggi dapat berdampak pada energi, penglihatan, hidrasi, dan performa. Oleh sebab itu, mengelola kadar gula darah menjadi bagian penting dalam menjalani pertandingan bagi atlet dengan diabetes tipe 1.

 

Diabetes dan Alexander Zverev Foundation

Alexander Zverev menunjukkan pengelolaan diabetes tipe 1 di tengah pertandingan tenis. Kisahnya menjadi gambaran bahwa kondisi kronis tidak harus membatasi seseorang dalam mengejar prestasi dan cita-cita. (Sumber: instagram.com/alexzverev123)

Pada 2022, Zverev memutuskan mengungkapkan diagnosisnya kepada publik. Dia juga mendirikan Alexander Zverev Foundation yang berfokus mendukung anak-anak yang hidup dengan diabetes tipe 1.

Melalui yayasan tersebut, Zverev berupaya menyediakan insulin, perlengkapan diabetes, dan berbagai sumber daya bagi anak-anak serta keluarga di berbagai negara. Dia juga mendorong anak-anak dengan diabetes tipe 1 untuk mengejar cita-cita tanpa rasa takut.

Keterbukaan Zverev membantu meningkatkan perhatian terhadap diabetes tipe 1, kondisi yang masih sering disalahpahami.

Insulin Adalah Obat yang Menyelamatkan Nyawa

Kesalahpahaman tentang penggunaan insulin sempat menjadi sorotan pada French Open 2023. Saat itu, Zverev mengungkapkan bahwa seorang petugas turnamen mempertanyakan keputusannya menyuntikkan insulin di lapangan karena tindakan tersebut terlihat 'aneh'.

Komentar itu kemudian mendapat kritik dari organisasi dan advokat diabetes di berbagai negara. Zverev pun menjelaskan alasan dirinya harus menggunakan insulin.

"Kalau saya tidak melakukannya, hidup saya akan berada dalam bahaya," katanya.

Peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya edukasi mengenai diabetes tipe 1. Insulin bukan obat untuk meningkatkan performa dan bukan sesuatu yang bisa ditunda begitu saja. Bagi penyandang diabetes, insulin merupakan obat yang menyelamatkan nyawa.

Tanpa insulin, penyandang diabetes tipe 1 tidak dapat bertahan hidup.

 

Representasi Penting bagi Penyandang Diabetes Tipe 1

Alexander Zverev menunjukkan pengelolaan diabetes tipe 1 di tengah pertandingan tenis. Kisahnya menjadi gambaran bahwa kondisi kronis tidak harus membatasi seseorang dalam mengejar prestasi dan cita-cita. (Sumber: instagram.com/alexzverev123)

Foto Zverev mengelola diabetes di tengah pertandingan menjadi momen penting bagi komunitas diabetes tipe 1. Jutaan penonton dapat melihat salah satu petenis terbaik dunia melakukan hal yang memang dibutuhkan tubuhnya tanpa berusaha menyembunyikannya.

Tidak ada yang perlu disembunyikan atau dimintai maaf. Zverev hanya menggunakan obat yang dibutuhkan tubuhnya.

Representasi dapat membantu meningkatkan pemahaman, sementara edukasi dapat mengurangi stigma terhadap diabetes.

Pengelolaan diabetes juga dapat dilakukan di berbagai tempat, termasuk sekolah, tempat kerja, pesawat, ruang rapat, hingga lapangan pertandingan.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya