BPJS Keliling Jadi Alternatif untuk Warga yang Terkendala Jaringan dan Literasi Digital

Ada sebagian warga, terutama yang jauh dari perkotaan, lebih memilih mengurus JKN dengan bertemu petugas BPJS Kesehatan secara langsung ketimbang digital.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 17 September 2026, 20:00 WIB
Seorang ibu asal Pangalengan, Kabupaten Bandung tengah mendaftar untuk menanyakan kepesertaan JKN buah hatinya kepada petugas BPJS Keliling.

Liputan6.com, Bandung - Layanan administrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan tersedia secara digital. Seperti untuk mendaftar atau mengecek aktif atau tidaknya kepesertaan bisa diakses secara digital. Namun, kemudahan tersebut belum dirasakan semua masyarakat.

Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan layanan tatap muka melalui BPJS Keliling masih diperlukan.

Menurut Iqbal, masyarakat memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda dalam mengakses layanan administrasi JKN. Sebagian sudah terbiasa menggunakan layanan digital, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan interaksi langsung dengan petugas.

"BPJS Keliling itu kan kepentingannya untuk memudahkan akses kepada masyarakat ya. Jadi selama ini kantor BPJS kan letaknya di tengah kota. Nah, kita berusaha menjangkau di daerah-daerah seperti yang saat ini sedang berada di depan Puskesmas Warnasari, Pangalengan," kata Iqbal ditemui di Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Kamis (17/9/2026). 

Iqbal menjelaskan, kendala akses digital tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan masyarakat. Di sejumlah wilayah, persoalan jaringan komunikasi dan data serta kondisi geografis juga dapat menjadi hambatan.

"Kami juga memahami bahwa tidak semua wilayah dapat mengadopsi layanan digital karena berbagai kondisi, seperti keterbatasan jaringan komunikasi dan data, kondisi geografis, maupun tingkat literasi digital masyarakat yang berbeda-beda," katanya. 

BPJS Keliling menjadi salah satu pilihan layanan tatap muka yang dapat digunakan masyarakat untuk kebutuhan administrasi JKN. Layanan tersebut kebanyakan dimanfaatkan peserta JKN untuk memperoleh informasi kepesertaan, perubahan data, pendaftaran, konsultasi administrasi, mengecek sudah bayar atau belum hingga menyampaikan keluhan.

Puskesmas Bantu Edukasi soal Pengaktifan JKN

Kepala Puskesmas Warnasari Pangalengan Eli Rosmalia

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timbul Siregar, mengatakan kehadiran BPJS Keliling merupakan layanan jemput bola. "Kehadiran BPJS Keliling menjadi bentuk pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Layanan jemput bola seperti ini sangat membantu peserta menyelesaikan kebutuhan administrasi kepesertaan JKN tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh," ujar Timbul di kesempatan yang sama.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Warnasari Pangalengan Eli Rosmalia mengungkapkan bahwa Puskesmas turut berperan membantu peserta memahami berbagai informasi terkait administrasi kepesertaan JKN. Salah satu contohnya mengedukasi prosedur pengaktifan kembali kepesertaan bagi peserta JKN yang sebelumnya dinonaktifkan.

“Puskesmas akan membantu namun untuk proses aktivasi tetap menjadi kewenangan Dinas Sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Eli.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya