Faktor yang Bikin Anak Lebih Rentan Kena Influenza

Selain karena sistem kekebalan tubuh, faktor fisik yang lebih rendah dibanding orang dewasa bikin anak lebih rentan kena influenza.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 19 September 2026, 14:00 WIB
Anak demam karena influenza (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)

Liputan6.com, Jakarta - Anak-anak lebih mudah tertular influenza dibandingkan orang dewasa. Selain karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang, posisi tubuh anak yang lebih rendah juga membuat mereka lebih banyak menghirup percikan halus saat orang di sekitarnya batuk, bersin, atau berbicara.

"Anak itu tingginya kan masih di bawah dewasa. Merekalah yang kalau kita bicara, bersin, batuk, akan menghirup semua partikel-partikel halus. Sehingga merekalah yang berisiko tertular,” kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi penyakit Tropik IDAI Prof. Dr. Dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp. IPT (K) dalam diskusi daring, Jumat (18/9/2026).

Wanita yang karib disapa Anggi ini menyampaikan pada anak, kelompok yang paling berisiko di bawah 5 tahun (balita). Lalu, anak yang dititipkan di Tempat Penitipan Anak (TPA) karena penuh orang dengan minim ventilasi, adanya kelainan neurologi atau tumbuh kembang, tinggal di fasilitas perawatan dalam jangka waktu lama dan tinggal di area yang padat.

Menurutnya, risiko anak lebih tinggi mengalami infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya yang masih berkembang dan belum memiliki pengalaman terpapar oleh berbagai virus. Tubuh anak juga cenderung berukuran lebih kecil, sehingga lebih mudah menghirup virus atau partikel yang berterbangan di udara.

Anak yang sudah terinfeksi influenza juga dapat menyebarkan virus dalam waktu lebih lama. Dokter lulusan Universitas Padjajaran itu menyampaikan kondisi serupa dapat terjadi pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu (immunocompromised).

5 Persen Anak Influenza Dirawat di RS 

Influenza tidak bisa dianggap sepele. Anggi yang juga menjabat sebagai Ketua IDAI Cabang Jawa Barat itu selanjutnya menyebut sekitar 5 persen anak yang mengalami influenza memerlukan perawatan di rumah sakit. Kemudian, sekitar 80 persen pasien berusia di bawah 2 tahun, dengan separuhnya merupakan bayi berusia kurang dari enam bulan.

Gejala yang dialami oleh penderita influenza akan lebih berat dan berlangsung dengan cepat dibandingkan common cold atau salesma. Beberapa gejala influena diantaranya:

  • hidung tersumbat
  • sakit tenggorokan
  • demam tinggi
  • kelelahan
  • batuk
  • pegal-pegal atau nyeri tubuh.
  • dan kehilangan nafsu makan.

Waktu pemulihan pun butuh durasi yang lebih panjang hingga berminggu-minggu seperti mengutip Antara.

 

Cara Mencegah Influenza

Cara pencegahan yang Anggi rekomendasikan yakni dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan dan mengonsumsi makanan sehat serta mencukupi cairan tubuh. Lalu, vaksinasi untuk melindungi dari influenza pun sudah tersedia bagi masyarakat.

"Sudah bisa diberikan sejak anak berusia enam bulan dengan pemberian setahun sekali," katanya. 

Ia mengatakan berjemur di bawah sinar matahari, membuka jendela agar sirkulasi udara menjadi baik dan mengurangi aktivitas di dalam ruang ber-AC yang dikerumuni banyak orang juga bisa menjadi bentuk pencegahan dari penularan influenza.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya