Liputan6.com, Jakarta - Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. Dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp. IPT (K) menyebut bahwa anak lebih rentan tertular influenza A maupun B dibandingkan orang dewasa.
"Jangan heran, anak itu tingginya masih di bawah dewasa. Merekalah yang kalau kita bicara, kita bersin, kita batuk, akan menghirup semua partikel-partikel halus. Sehingga merekalah yang berisiko tertular," kata Anggraini seperti dikutip dari Antara pada Senin, 21 September 2026.
Advertisement
Menurut Anggraini, kelompok anak yang paling berisiko mengalami infeksi virus influenza adalah anak berumur di bawah 5 tahun. Risiko juga lebih tinggi pada anak yang dititipkan di Tempat Penitipan Anak (TPA), terutama jika berada di ruangan yang penuh orang dengan ventilasi minim.
Selain itu, anak dengan kelainan neurologi atau gangguan tumbuh kembang, anak yang tinggal dalam fasilitas perawatan dalam jangka panjang, serta anak yang tinggal di area padat juga termasuk kelompok yang berisiko.
Risiko infeksi pada anak lebih tinggi karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang dan belum memiliki banyak pengalaman terpapar berbagai jenis virus. Ukuran tubuh yang lebih kecil juga membuat anak lebih mudah menghirup virus atau partikel yang beterbangan di udara.
Anak yang sudah terinfeksi influenza juga dapat menyebarkan virus dalam waktu lebih lama. Kondisi serupa dapat terjadi pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu atau immunocompromised.
Ketua IDAI Cabang Jawa Barat tersebut menyebut bahwa sekitar 5 persen anak yang mengalami influenza membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Dari jumlah tersebut, kata Anggraini, sekitar 80 persen pasien berusia di bawah 2 tahun dan separuhnya merupakan bayi berusia kurang dari 6 bulan.
Gejala Influenza pada Anak
Gejala influenza dapat muncul lebih berat dan berkembang dengan cepat. Beberapa di antaranya adalah hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam tinggi, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan.
Penderita juga dapat mengalami pegal-pegal hebat di seluruh tubuh serta hidung berair. Proses pemulihan pun dapat berlangsung lebih lama, bahkan hingga berminggu-minggu.
Cara Mencegah Penularan Influenza
Untuk mencegah penularan influenza, Anggraini merekomendasikan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan sehat, dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Vaksinasi influenza juga sudah tersedia dan dapat menjadi salah satu upaya untuk memberikan perlindungan dari penyakit tersebut.
Selain itu, berjemur di bawah sinar matahari, membuka jendela untuk memperbaiki sirkulasi udara, serta mengurangi aktivitas di dalam ruangan ber-AC yang dipenuhi banyak orang juga dapat dilakukan untuk membantu mencegah penularan influenza.
Untuk pengobatan, Anggraini menyebut paracetamol masih diperbolehkan. Sementara itu, penggunaan antibiotik tidak terlalu dianjurkan karena influenza disebabkan oleh virus, bukan bakteri.