5 Tanaman Herbal Nusantara yang Berpotensi Bantu Kendalikan Asam Urat

5 tanaman herbal untuk asam urat seperti secang dan kunyit berpotensi bantu mengendalikannya.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 22 September 2026, 13:22 WIB
Tanaman herbal untuk asam urat seperti secang, kepel, tempuyung, seledri, dan kunyit berpotensi membantu mengendalikan kadar asam urat serta peradangan, disertai pola hidup sehat. (Credit: unsplash.com/Kris)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah tanaman herbal Nusantara berpotensi membantu mengendalikan asam urat, mulai dari secang, kepel, tempuyung, seledri, hingga kunyit. Tanaman-tanaman tersebut memiliki kandungan yang berpotensi membantu tubuh mengelola kadar asam urat sekaligus meredakan peradangan pada persendian.

Asam urat tinggi selama ini kerap dikaitkan dengan kebiasaan mengonsumsi jeroan, seafood, atau makanan tinggi purin. Padahal, kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi makanan. Fungsi ginjal, berat badan, pola makan, usia, hingga faktor keturunan juga dapat berpengaruh terhadap kadar asam urat dalam tubuh.

Ketika kadar asam urat terlalu tinggi, kristal-kristal kecil dapat terbentuk dan menumpuk di persendian. Kondisi ini kemudian dapat memicu nyeri hebat, bengkak, kemerahan, dan rasa panas, terutama pada jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki.

Dokter Danang Ardiyanto, MKM mengatakan, beberapa tanaman herbal telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan kini mulai diteliti berdasarkan bukti ilmiah.

"Sebagai dokter yang mempelajari pengobatan herbal berbasis bukti ilmiah, saya melihat bahwa secang, kepel, tempuyung, seledri, dan kunyit memiliki potensi yang baik untuk mendukung pengelolaan asam urat," ujar Danang kepada Kesehatan Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat pada Selasa, 22 September 2026.

1. Secang

Secang dikenal sebagai bahan minuman tradisional yang menghasilkan warna merah alami. Di balik warna tersebut, secang mengandung senyawa aktif yang berpotensi membantu menghambat pembentukan asam urat dalam tubuh.

Selain itu, secang kaya akan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Tanaman ini pun kerap digunakan sebagai salah satu bahan dalam ramuan herbal untuk membantu mengelola asam urat.

2. Kepel

Kepel mungkin belum sepopuler kunyit atau jahe. Namun, tanaman khas Nusantara ini cukup menarik perhatian dalam dunia pengobatan herbal.

Daun kepel berpotensi membantu menurunkan kadar asam urat dengan menghambat proses pembentukannya. Kandungan flavonoid di dalamnya juga memiliki aktivitas antioksidan.

3. Tempuyung

Tempuyung selama ini dikenal sebagai tanaman yang digunakan untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih. Daunnya mengandung berbagai senyawa yang berpotensi membantu meningkatkan pengeluaran zat sisa melalui urine.

Tempuyung juga memiliki sifat antiinflamasi yang berpotensi membantu meredakan peradangan pada persendian akibat asam urat.

4. Seledri

Seledri biasanya hanya dianggap sebagai pelengkap makanan. Padahal, tanaman ini mengandung berbagai zat aktif yang berpotensi membantu mengendalikan kadar asam urat.

Seledri juga memiliki efek diuretik ringan yang membantu tubuh mengeluarkan cairan melalui urine. Namun, manfaat tersebut tetap perlu didukung pola makan sehat secara keseluruhan.

5. Kunyit

Kunyit dikenal dengan kandungan kurkuminnya yang memiliki sifat antiinflamasi. Pada penderita asam urat, peradangan menjadi salah satu penyebab munculnya nyeri dan pembengkakan pada sendi.

"Walaupun kunyit bukan obat penurun asam urat secara langsung, sifat antiinflamasinya dapat membantu mendukung kenyamanan dan kesehatan sendi," ujar Danang.

 

Herbal Boleh tapi Pola Hidup Tetap Nomor Satu

Tanaman herbal untuk asam urat seperti secang, kepel, tempuyung, seledri, dan kunyit berpotensi membantu mengendalikan kadar asam urat serta peradangan, disertai pola hidup sehat. (Foto: Unsplash/imani bahati)

Danang mengingatkan bahwa penggunaan herbal tidak berarti seseorang boleh mengabaikan pola hidup sehat. Pengelolaan asam urat tetap membutuhkan kebiasaan sehari-hari yang konsisten.

"Herbal bukanlah ‘obat ajaib’ yang membuat asam urat langsung normal dalam semalam. Herbal akan memberikan manfaat terbaik bila digunakan secara tepat, konsisten, disertai pola makan sehat, olahraga teratur, dan pemeriksaan kesehatan yang rutin," katanya.

Oleh sebab itu, selain mempertimbangkan penggunaan herbal, penting untuk mencukupi kebutuhan air putih, menjaga berat badan, mengurangi makanan tinggi purin, membatasi minuman manis, rutin berolahraga, tidur cukup, dan mengelola stres.

Asam urat bukan hanya soal menghindari jeroan. Pengelolaannya juga membutuhkan perhatian terhadap pola hidup dan keseimbangan tubuh secara menyeluruh.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya