Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal menghindari makanan berlemak atau rutin berolahraga. Di balik setiap detak jantung, ada sistem energi di tingkat sel yang terus bekerja tanpa henti.
Salah satu bagian penting dalam sistem tersebut adalah mitokondria. Menurut Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific, Herbalife, Dr. Vipada Sae-Lao, struktur kecil di dalam sel ini berfungsi seperti pembangkit energi yang membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi, termasuk menjaga jantung tetap bekerja optimal.
Advertisement
Hal ini menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Proses vascular ageing atau penuaan pembuluh darah dapat memengaruhi kesehatan kardiovaskular dari waktu ke waktu. Penurunan fungsi mitokondria menjadi salah satu faktor yang turut berperan dalam proses tersebut.
Di Asia, tantangan penyakit kardiovaskular juga masih besar. Sebuah studi mengungkapkan bahwa Asia menyumbang 61,3 persen dari total kematian akibat penyakit kardiovaskular di dunia. Beban penyakit di kawasan ini juga 8,3 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.
Meski angka kematian akibat penyakit kardiovaskular telah menurun dari waktu ke waktu, beban penyakit secara keseluruhan terus meningkat. Pertambahan populasi lanjut usia dan perubahan gaya hidup menjadi beberapa faktor yang turut mendorong kondisi tersebut.
Oleh sebab itu, kata Vipada, menjaga kesehatan jantung perlu dilakukan dari berbagai sisi. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur berkualitas, menjaga berat badan.
"Juga mempertahankan kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah dalam rentang yang aman tetap menjadi fondasi utama," katanya.
Selain itu, sejumlah nutrisi juga berperan dalam mendukung sistem energi jantung di tingkat seluler.
Dia menjelaskan bahwa jantung termasuk organ yang membutuhkan energi dalam jumlah besar. Energi tersebut berasal dari mitokondria dan digunakan agar jantung dapat berkontraksi, berelaksasi, serta merespons kebutuhan fisik tubuh.
"Kesehatan kardiovaskular yang baik dimulai dari tingkat seluler, yaitu di dalam mitokondria. Penting untuk memahami berbagai nutrisi, baik yang berasal dari makanan maupun suplementasi yang ditujukan secara khusus, yang dapat membantu mendukung kesehatan jantung pada tingkat seluler," ujarnya.
1. Alpha Lipoic Acid (ALA)
Alpha lipoic acid (ALA) merupakan salah satu komponen yang berperan dalam menjaga kesehatan sel. ALA bekerja di dalam mitokondria untuk membantu melindungi DNA dari kerusakan serta mendukung sistem kardiovaskular dari kerusakan sel akibat proses penuaan dan aktivitas sehari-hari.
Salah satu keunikan ALA adalah kemampuannya bekerja di dua lingkungan tubuh. Jika vitamin C bekerja optimal di lingkungan berbasis air dan vitamin E lebih sesuai di area yang mengandung lemak, ALA dapat bekerja di keduanya.
ALA juga membantu mendaur ulang vitamin C dan E sehingga mendukung fungsi perlindungan kedua antioksidan tersebut.
Sumber ALA antara lain bayam, brokoli, tomat, kubis Brussel, hati, dan ginjal. Namun, penelitian menunjukkan bahwa penyerapan ALA dari makanan kemungkinan belum menghasilkan jumlah yang cukup signifikan di dalam aliran darah.
Karena itu, suplementasi dapat menjadi pilihan yang didiskusikan lebih lanjut dengan tenaga kesehatan.
2. Nitric Oxide (NO)
Nitric oxide (NO) juga memiliki peran dalam menjaga kesehatan jantung. Senyawa ini membantu pembuluh darah rileks dan melebar sehingga mendukung aliran darah yang lebih lancar.
NO juga membantu mengurangi pembentukan bekuan darah yang tidak diinginkan di arteri serta mendukung proses antiinflamasi untuk membantu menjaga lapisan pembuluh darah tetap sehat.
Masalahnya, kadar NO secara alami menurun seiring bertambahnya usia. Pola makan yang kurang baik dan gaya hidup sedentari dapat memperburuk penurunan tersebut.
Kabar baiknya, aktivitas fisik merupakan salah satu cara sederhana untuk membantu meningkatkan produksi NO dalam tubuh.
Asupan makanan juga dapat mendukung proses tersebut. Bayam, bit, dan kubis Brussel mengandung nitrat yang dapat diubah tubuh menjadi NO. Sementara itu, buah sitrus dan delima membantu mempertahankan NO setelah diproduksi.
Ikan dan kacang-kacangan juga menyediakan arginin sebagai bahan pembentuk NO, sekaligus lemak sehat omega-3 yang mendukung produksinya.
3. Creatine
Creatine berfungsi sebagai cadangan energi di otot jantung. Senyawa ini membantu memastikan adenosine triphosphate (ATP), sumber energi yang dibutuhkan setiap sel jantung, tetap tersedia secara stabil pada setiap denyut jantung.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kreatin dapat mendukung kemampuan mitokondria bekerja secara lebih efisien dan berpotensi membantu mengurangi kerusakan sel yang terakumulasi seiring waktu.
Kreatin dapat ditemukan dalam daging merah dan ikan. Namun, asupan dari makanan mungkin belum cukup untuk sepenuhnya mendukung sistem energi jantung, terutama ketika produksi kreatin dalam tubuh menurun seiring bertambahnya usia.
4. Coenzyme Q10 (CoQ10)
Coenzyme Q10 (CoQ10) memiliki konsentrasi tinggi di jantung dan berperan penting dalam mengubah makanan menjadi energi yang dibutuhkan organ tersebut.
Sebagai antioksidan, CoQ10 juga membantu melindungi sel-sel jantung dari kerusakan akibat aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung fungsi pembuluh darah.
Tubuh sebenarnya dapat memproduksi CoQ10 secara alami. Namun, kadarnya menurun seiring bertambahnya usia. Nutrisi ini juga ditemukan dalam daging, ikan, kacang-kacangan, dan minyak nabati.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan jantung tidak bisa hanya mengandalkan satu nutrisi. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur berkualitas, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap menjadi fondasi utama.
Dia, menjelaskan, pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang rutin, tidur yang berkualitas, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.
ALA, NO, kreatin, dan CoQ10 dapat memberikan dukungan tambahan bagi sistem energi yang dibutuhkan oleh jantung.
"Kabar baiknya, sebagian besar kebutuhan jantung pada tingkat seluler dapat dipenuhi melalui pola makan sehari-hari. Ketika asupan makanan belum mencukupi, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai suplementasi yang ditujukan secara khusus dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut," pungkasnya.