Syahrini Sebut Habbatussauda di Pestapora, Ini Potensi Manfaatnya

Celetukan Syahrini soal habbatussauda bikin penasaran. Apa saja potensi manfaat jinten hitam?

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 29 September 2026, 18:21 WIB
Syahrini kembali tampil di Pestapora 2026 setelah lama hiatus. Dalam penampilannya, dia menyinggung habbatussauda dan mengajak “remaja vintage” menjaga kesehatan dengan mengurangi gula. (credit: KapanLagi.com/Wulan Noviarina Anggraini)

Liputan6.com, Jakarta - Celetukan Syahrini saat tampil di Pestapora 2026 sukses bikin penonton tertawa. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah pesannya kepada para “remaja vintage” untuk menjaga tekanan darah, mengurangi gula, dan memperbanyak konsumsi habbatussauda.

"Umur hanyalah angka, tapi tetap tensi harus dijaga, kurangi makan gula, banyakin habbatussauda."

Kalimat tersebut bukan cuma mengundang senyum. Habbatussauda justru ikut menjadi sorotan dan membuat banyak orang penasaran dengan manfaat tanaman herbal yang dikenal juga sebagai jinten hitam tersebut.

Lantas, benarkah habbatussauda memang punya banyak manfaat bagi kesehatan? Dokter di UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito, dr. Danang Ardiyanto, MKM, menjelaskan bahwa habbatussauda atau Nigella sativa merupakan salah satu tanaman herbal yang menarik untuk dipelajari.

Tanaman ini telah digunakan secara tradisional selama ribuan tahun. Kini, berbagai penelitian juga terus dilakukan untuk melihat potensi manfaat senyawa aktif yang terkandung di dalamnya.

Habbatussauda Mengandung Senyawa Aktif

Habbatussauda merupakan biji tanaman Nigella sativa. Meski bentuknya kecil dan berwarna hitam, biji ini mengandung sejumlah senyawa aktif.

Salah satu yang banyak diteliti adalah thymoquinone. Senyawa tersebut menjadi salah satu alasan habbatussauda mendapat perhatian dalam penelitian terkait kesehatan.

Secara tradisional, kata Danang, habbatussauda digunakan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk berkaitan dengan pencernaan dan pernapasan.

Namun, penggunaan tradisional dan hasil penelitian mengenai potensi manfaatnya tetap perlu dibedakan. "Habbatussauda tidak otomatis menjadi obat untuk berbagai penyakit," kata Danang saat dihubungi Kesehatan Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat pada Selasa, 29 September 2026.

 

Punya Aktivitas Antioksidan

Syahrini kembali tampil di Pestapora 2026 setelah lama hiatus. Dalam penampilannya, dia menyinggung habbatussauda dan mengajak “remaja vintage” menjaga kesehatan dengan mengurangi gula. (credit: KapanLagi.com/Wulan Noviarina Anggraini)

Salah satu potensi manfaat habbatussauda yang banyak mendapat perhatian adalah aktivitas antioksidannya.

Tubuh setiap hari menghadapi berbagai faktor yang dapat memicu terbentuknya radikal bebas, mulai dari polusi, stres, kurang tidur, asap rokok, hingga pola makan yang kurang baik.

Dalam jumlah berlebihan, radikal bebas dapat berkontribusi terhadap stres oksidatif dan kerusakan sel.

Senyawa dengan aktivitas antioksidan dapat membantu tubuh menghadapi kondisi tersebut.

Habbatussauda memiliki sejumlah senyawa yang menunjukkan aktivitas antioksidan sehingga berpotensi mendukung tubuh dalam menghadapi stres oksidatif.

Habbatussauda juga menarik perhatian karena memiliki aktivitas antiinflamasi.

Danang mengatakan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan potensi habbatussauda dalam membantu menekan proses peradangan.

"Hal ini menjadi salah satu bidang yang terus dipelajari karena peradangan kronis berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan," tambahnya.

Meski begitu, potensi antiinflamasi tersebut tidak berarti habbatussauda dapat menggantikan obat dokter.

Penggunaannya lebih tepat dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, bukan sebagai pengganti terapi medis.

 

Benarkah Habbatussauda Bisa Membantu Menjaga Gula Darah?

Syahrini kembali tampil di Pestapora 2026 setelah lama hiatus. Dalam penampilannya, dia menyinggung habbatussauda dan mengajak “remaja vintage” menjaga kesehatan dengan mengurangi gula. (credit: KapanLagi.com/Wulan Noviarina Anggraini)

Nama habbatussauda juga cukup populer di kalangan orang yang ingin menjaga kadar gula darah.

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya potensi habbatussauda dalam membantu metabolisme gula darah dan sensitivitas insulin.

Namun, ini bukan berarti orang dengan diabetes dapat mengganti obatnya dengan habbatussauda.

Menjaga kadar gula darah tetap membutuhkan pendekatan menyeluruh. Mulai dari mengurangi konsumsi gula dan minuman manis, menjaga berat badan, rutin berolahraga, hingga mengikuti pengobatan yang dianjurkan dokter.

Oleh sebab itu, kata Danang, habbatussauda lebih tepat ditempatkan sebagai pelengkap pola hidup sehat, bukan jalan pintas untuk mengatasi diabetes.

 

Tensi Juga Perlu Dijaga

Syahrini kembali tampil di Pestapora 2026 setelah lama hiatus. Dalam penampilannya, dia menyinggung habbatussauda dan mengajak “remaja vintage” menjaga kesehatan dengan mengurangi gula. (credit: KapanLagi.com/Wulan Noviarina Anggraini)

Celetukan Syahrini soal tensi juga memiliki konteks kesehatan yang penting. Habbatussauda diteliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap parameter metabolik tertentu, termasuk tekanan darah dan kadar lemak darah.

Namun, menjaga tekanan darah tidak bisa hanya mengandalkan habbatussauda.

Pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, menjaga berat badan, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin tetap menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya