Dermatitis Popok pada Bayi Dipicu Banyak Faktor, Ini Penjelasannya

Dermatitis popok pada bayi bisa dipicu kelembapan, urine, feses, dan gesekan. Ini cara mencegahnya.

Diterbitkan 29 September 2026, 11:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kulit bayi yang masih tipis dan dalam tahap perkembangan membuatnya lebih sensitif terhadap berbagai faktor dari lingkungan. Salah satu area yang perlu mendapat perhatian khusus adalah kulit yang tertutup popok karena terus berada dalam kondisi lembap dan mengalami kontak serta gesekan.

Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika Subspesialis Dermatologi Anak, Dr. Triana Agustin, SpDVE, SubSp DA, mengatakan, masalah kulit di area popok tidak hanya disebabkan oleh satu faktor. Kelembapan, kebersihan, gesekan, hingga kontak dengan urine dan feses dapat berperan terhadap munculnya kelainan kulit.

"Kalau semua kelainan kulit yang di area popok, kita sebutnya diaper rash. Tapi kalau yang disebut kelainan kulit akibat penggunaan popok yang tidak tepat atau perawatan kulit yang tidak tepat di area popok, sehingga faktor kelembapannya, kebersihannya, kemudian kontak dengan urine, dengan feses, itu kan multifaktor. Itu dermatitis popok," kata Triana di peresmian Flagship Store Merries di Toko Raja Susu, Jakarta, pada Senin, 28 September 2026.

Menurutnya, kondisi kulit bayi yang berada di dalam popok perlu dijaga agar tetap bersih, kering, dan nyaman. Sebab, popok digunakan dalam waktu yang cukup lama dan terus bersentuhan dengan kulit bayi.

"Popok itu selama seharian berkontak terus dengan kulit bayinya. Di situ juga terdapat kelembapan yang tinggi, kemudian bisa terdapat gesekan yang tentunya berisiko terjadinya iritasi pada kulit bayi," ujarnya

Pentingnya Memilih Popok

Triana menambahkan bahwa pemilihan popok menjadi salah satu hal yang dapat dipertimbangkan orang tua untuk membantu menjaga kesehatan kulit bayi. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kemampuan popok dalam menyerap dan menahan cairan.

Dalam penelitian yang dilakukan bersama PERDOSKI, Triana mengatakan timnya meneliti penggunaan popok dengan daya serap tinggi atau super absorbent dan membandingkannya dengan popok standar.

"Dari segi keamanannya dikatakan aman karena kondisi kulit bayinya tetap baik selama penggunaan. Kemudian waktu itu diteliti juga efektivitasnya," katanya.

"Artinya, kulit bayi yang sudah mengalami kelainan di area popok, pada yang menggunakan Merries itu terjadi perbaikan dari iritasinya dibandingkan dengan popok standar," tambahnya.

Penelitian tersebut dilakukan di Jakarta dan melibatkan bayi berusia sekitar 2 bulan hingga 2 tahun. Pengamatan dilakukan selama sekitar dua minggu dengan metode crossover study.

 

Perawatan Area Popok Tak Kalah Penting

Meski demikian, Triana menekankan bahwa daya serap tinggi bukan berarti popok dapat digunakan selama mungkin. Penggantian popok tetap perlu dilakukan secara berkala sesuai kondisi bayi.

"Kurang lebih sekitar 4-5 jam. Dan kalau sudah BAB itu tentunya harus sudah diganti," katanya.

Selain pemilihan popok, perawatan area popok menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit bayi. Orang tua perlu memastikan area tersebut tetap bersih dan tidak dibiarkan terlalu lama dalam kondisi lembap.

"Jadi sebenarnya nggak cuma pemilihan popok yang tepat, tapi perawatan area popok itu juga sangat penting," ujar Triana.

Dia juga mengingatkan orang tua untuk segera mengganti popok ketika sudah penuh atau setelah bayi buang air besar. Dengan demikian, kebersihan dan kenyamanan kulit bayi tetap terjaga.