Cegah Serangan Jantung, Kendalikan 4 Faktor Risiko Ini Sejak Muda

Menjaga kesehatan jantung tak harus menunggu usia lanjut. Ada sejumlah faktor yang perlu dikendalikan sejak muda.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 30 September 2026, 08:00 WIB
Mengatur berat badan agar tidak berlebih (Foto: I Yunmai/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Serangan jantung bukan cuma terjadi pada orang tua atau lanjut usia. Anak muda juga bisa kena. Maka dari itu upaya menjaga kesehatan jantung justru penting dilakukan sejak dini dengan mengendalikan sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis kardiologi intervensi, Nanda Iryuza mengatakan pencegahan perlu dimulai dengan mengendalikan faktor risiko, terutama berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol.

“Intinya, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat sedini mungkin,” ujar Nanda.

Menjaga berat badan tetap ideal menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menurunkan risiko penyakit jantung. Hal ini perlu diikuti dengan menjaga tekanan darah, kadar gula darah, serta kadar kolesterol tetap terkendali.

Pola makan sehari-hari juga berperan. Nanda menganjurkan konsumsi makanan bergizi dan seimbang, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, minyak zaitun, serta ikan yang kaya akan omega-3.

Sebaliknya, konsumsi makanan olahan, makanan siap saji, dan minuman manis perlu dibatasi. Kebiasaan merokok juga perlu dihentikan karena menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Jangan Abaikan Stres

Selain faktor fisik, kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Dokter yang praktik di RS Pondok Indah - Pondok Indah,mengatakan tekanan emosional dan stres berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan jantung, salah satunya dengan memicu masalah seperti hipertensi.

Karena itu, pola hidup aktif perlu menjadi bagian dari keseharian. Olahraga secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan fisik sekaligus mental.

 

Deteksi Dini Kesehatan Jantung Tanpa Menunggu Gejala

Dokter Nanda Iryuza SpJP, Subsp. KI (K) dari RS Pondok Indah - Pondok Indah Jakarta ingatkan untuk rutin memeriksa kesehatan jantung.

Selain mengendalikan faktor risiko, pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mendeteksi masalah jantung lebih dini, terutama pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

“Jangan menunggu gejala datang. Lakukan deteksi dini kesehatan jantung Anda,” ujarnya.

Nanda menyebut elektrokardiogram (EKG) sebagai salah satu pemeriksaan dasar dalam evaluasi kesehatan jantung. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi gangguan irama jantung maupun perubahan lain yang mungkin tidak menimbulkan gejala jelas.

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan pada kondisi tertentu adalah treadmill test. Pemeriksaan ini melihat respons jantung ketika tubuh melakukan aktivitas fisik dan dapat membantu mengidentifikasi masalah yang muncul ketika kebutuhan oksigen jantung meningkat.

Pemeriksaan tersebut terutama dapat dipertimbangkan pada orang dengan keluhan seperti nyeri dada atau sesak napas saat beraktivitas, sesuai penilaian dokter.

Selain itu, pemantauan kesehatan jantung juga semakin mudah dilakukan secara mandiri. Nanda mengatakan smartwatch dapat dimanfaatkan untuk memantau detak jantung dan mendeteksi perubahan irama jantung tertentu.

Namun, pemantauan menggunakan perangkat tersebut tetap menjadi bagian dari upaya mengenali perubahan kondisi tubuh, bukan pengganti pemeriksaan medis ketika muncul keluhan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya