Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, subspesialis fertilitas dan hormon reproduksi, Caroline Tirtajasa, mengatakan menjaga organ reproduksi tidak hanya karena perempuan ingin atau sedang hamil. Menjaga kesehatan reproduksi sama dengan menjaga kualitas hidup.
“Urusan kesehatan reproduksi bukan hanya untuk kesuburan atau kehamilan, sekali lagi ini masalah kualitas hidup, quality of life. Kalau kena miom rahim mesti diangkat,” kata Caroline di Jakarta pada Kamis (8/10/2026).
Advertisement
Ia mencontohkan, pengangkatan ovarium akibat kondisi tertentu dapat mengarah pada kemoterapi dan atau terapi radiasi, sehingga tetap akan berkaitan untuk waktu yang panjang.
“Apalagi kena kista atau kanker ovarium, yang operasi saja nggak cukup, harus kemoterapi dan radiasi, penderitaan seumur hidup. Bisa menopause dini juga, karena ovarium diangkat, misalnya ada kista besar,” tambah Caroline.
Dokter RS EMC Pulomas Jakarta menyoroti gaya hidup dan paparan lingkungan juga memegang peran. Polutan lingkungan yang tidak sehat maupun kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji atau mengandung paparan mikroplastik, juga berpengaruh pada produksi cadangan sel telur.
“Paparan polutan lingkungan hebat, junk food, mikroplastik, itu kan juga menurunkan secara cepat cadangan sel telur,” katanya.
Padahal, ovarium tidak hanya berkaitan dengan sel telur untuk proses kehamilan, tetapi juga berperan dalam menghasilkan hormon-hormon yang mengatur fungsi reproduksi pada perempuan.
Caroline menjelaskan, ketika fungsi ovarium menurun secara drastis dan menopause terjadi lebih awal, berbagai gejala dan masalah kesehatan yang berkaitan dengan menopause dapat muncul lebih cepat.
Di antaranya osteoporosis, peningkatan risiko penyakit jantung koroner, gangguan tidur, depresi, kulit dan vagina kering, hingga penurunan kualitas hubungan suami istri.
Karena itu, menurutnya, upaya menjaga kesehatan reproduksi perlu dilakukan sejak awal, bukan hanya ketika seseorang sudah merencanakan kehamilan.
“Dari situ pentingnya mempelajari kesehatan reproduksi untuk quality of life. Hasil di beberapa tahun berikutnya sudah dimulai dari sekarang,” kata Caroline.
Menjaga Kualitas Hidup Berkelanjutan
Langkah untuk menjaga dan mencegah hal yang tidak diinginkan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan organ reproduksi, menerapkan pola hidup sehat, menghindari paparan polutan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan dan deteksi dini sesuai kebutuhan.
Menurut Caroline, pemeriksaan seperti pap smear dan USG transvaginal juga disebut sebagai bagian dari upaya mendeteksi kondisi tertentu lebih awal.
“Bagaimana cara kita menjaga kebersihan diri, cara kita melakukan check up rutin, pap smear, USG transvaginal untuk deteksi dini. Kemudian juga menjalankan pola hidup sehat, itu sangat penting tuh,” jelasnya.