Naik Tangga Setiap Hari, Ini Manfaatnya bagi Jantung dan Otak

Naik tangga setiap hari bisa meningkatkan kebugaran jantung, memperkuat otot, dan mendukung fungsi otak.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 14 Oktober 2026, 09:00 WIB
Memilih naik tangga daripada menggunakan lift atau eskalator menjadi cara sederhana untuk menambah aktivitas fisik harian. Kebiasaan ini berpotensi meningkatkan kebugaran jantung, kekuatan otot, dan fungsi kognitif. (foto:unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Memilih naik tangga daripada menggunakan lift atau eskalator bisa menjadi cara sederhana untuk menambah aktivitas fisik sehari-hari. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, mulai dari meningkatkan kebugaran jantung dan kekuatan otot hingga mendukung fungsi kognitif.

Melansir BBC pada Selasa (13/10/2026), sejumlah penelitian mengungkap manfaat naik tangga bagi kesehatan. Aktivitas ini juga bisa dilakukan dalam waktu singkat tanpa memerlukan peralatan khusus.

Bantu Meningkatkan Kebugaran Jantung dan Otot

Naik tangga membutuhkan lebih banyak tenaga dibandingkan berjalan cepat di permukaan datar karena tubuh harus bergerak melawan gravitasi.

Peneliti pascadoktoral di bidang kesehatan jantung, paru, dan pembuluh darah di University of British Columbia, Kanada, Alexis Marcotte-Chenard, menjelaskan bahwa naik tangga dapat meningkatkan denyut jantung dan konsumsi oksigen lebih besar dibandingkan berjalan cepat.

Kedua respons tersebut berperan dalam meningkatkan kebugaran kardiorespirasi, yaitu kemampuan jantung dan paru-paru memasok oksigen ke tubuh selama beraktivitas.

Aktivitas ini juga melibatkan otot tubuh bagian bawah, terutama paha dan bokong, serta otot perut yang membantu menjaga kestabilan tubuh saat bergerak.

Gerakan naik dan turun tangga melibatkan cara kerja otot yang berbeda. Saat naik, otot paha depan memendek untuk menghasilkan gerakan. Sebaliknya, ketika turun, otot tersebut memanjang sambil mengendalikan gerakan tubuh.

“Jika bicara soal otot, aktivitas ini terutama melibatkan otot tubuh bagian bawah; kita tahu bahwa kekuatan tubuh bagian bawah merupakan indikator yang baik bagi kesehatan secara keseluruhan,” kata Marcotte-Chenard.

Kontraksi ketika otot memanjang disebut kontraksi eksentrik. Proses ini berperan dalam adaptasi otot dan peningkatan kekuatan. Selain itu, naik turun tangga membutuhkan energi yang dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori.

Berpotensi Mendukung Fungsi Kognitif

Manfaat naik tangga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik, tetapi juga berpotensi mendukung fungsi kognitif atau kemampuan otak dalam memproses informasi.

Profesor madya psikologi di Umeå University, Swedia, Andreas Stenling, bersama koleganya meneliti dampak langsung aktivitas naik tangga terhadap kemampuan kognitif orang dewasa muda.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan cognitive switching, yakni kemampuan untuk beralih dari satu tugas atau proses berpikir ke tugas lainnya.

Peserta penelitian juga melaporkan suasana hati yang lebih baik dan merasa lebih berenergi setelah naik tangga.

Meski demikian, mekanisme yang menghubungkan aktivitas ini dengan fungsi otak belum sepenuhnya dipahami. Peningkatan aliran darah ke otak dan perubahan faktor pertumbuhan saraf, seperti brain-derived neurotrophic factor (BDNF), menjadi beberapa kemungkinan yang masih diteliti.

Tak Harus Lama, Bisa Diselipkan di Tengah Aktivitas

Naik tangga juga bisa menjadi bagian dari exercise snacks, yaitu aktivitas fisik singkat yang dilakukan beberapa kali sepanjang hari.

Menurut Marcotte-Chenard, pendekatan ini memungkinkan seseorang tetap aktif tanpa harus menyediakan waktu khusus untuk berolahraga selama satu jam.

Selain itu, sejumlah penelitian mengaitkan kebiasaan menaiki lebih dari lima lantai tangga setiap hari dengan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang lebih rendah. Penyakit ini berkaitan dengan penumpukan plak di dinding arteri.

Namun, temuan tersebut menunjukkan hubungan statistik dan tidak membuktikan bahwa naik tangga saja dapat mencegah penyakit kardiovaskular.

Meski bermanfaat, aktivitas ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Penderita osteoartritis lutut, misalnya, dapat mengalami nyeri saat naik atau turun tangga. Orang dengan keterbatasan mobilitas juga perlu menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan tubuh masing-masing.

Bagi orang yang mampu melakukannya dengan aman, memilih tangga sesekali daripada lift atau eskalator bisa menjadi langkah praktis untuk menambah aktivitas fisik harian. Konsistensi bergerak tetap lebih penting daripada memaksakan diri mencapai jumlah anak tangga tertentu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya