Aktivitas Sederhana yang Bikin Jantung Sehat

Bagi Anda yang punya kebiasaan memilih naik tangga daripada lift, studi ungkap manfaatnya untuk jantung.

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Naik tangga mungkin terasa biasa. Namun, kebiasaan sederhana ini ternyata dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.

Penelitian yang dilakukan peneliti dari Norfolk and Norwich University Hospital (NNUH), Inggris dan University of East Anglia, Inggris terhadap lebih dari 480.000 orang menemukan bahwa orang yang sering naik tangga memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit kardiovaskular.

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiovascular Drugs tersebut menemukan, orang yang sering menaiki tangga memiliki risiko 39 persen lebih rendah meninggal akibat masalah jantung. Mereka juga memiliki risiko 24 persen lebih rendah meninggal karena penyakit lain.

Selain itu, kebiasaan naik tangga juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah mengalami gagal jantung, stroke, dan serangan jantung.

Para peneliti mendapatkan temuan tersebut setelah melakukan meta-analisis dan tinjauan terhadap sembilan penelitian. Para peserta penelitian berusia 35 hingga 84 tahun dan diikuti selama rata-rata 14 tahun.

Meski demikian, peneliti belum dapat memastikan frekuensi optimal seseorang perlu menaiki tangga untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Salah satu penelitian kohort besar yang dianalisis menunjukkan bahwa naik tangga sekitar enam kali sehari sudah memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.

Namun, peneliti menekankan bahwa jumlah tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.

“Beberapa penelitian yang kami tinjau menunjukkan bahwa semakin banyak tangga yang dinaiki, semakin besar manfaat kesehatannya. Namun, perubahan kecil sekalipun memberikan dampak yang dapat diukur,” ujar penulis studi Sophie Paddock mengutip Huffpost.

 

Aktivitas fisik singkat seperti ini kerap disebut “exercise snacks”. Aktivitas tersebut diketahui dapat membantu meningkatkan energi, fungsi kardiovaskular, kualitas tidur, hingga kesehatan mental.

Ada Keterbatasan Penelitian

Meski menemukan hubungan antara kebiasaan menaiki tangga dan kesehatan jantung, penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan.

Salah satunya adalah frekuensi menaiki tangga sebagian dilaporkan sendiri oleh peserta. Kondisi tersebut memungkinkan adanya kesalahan dalam mengingat seberapa sering mereka menggunakan tangga.

Selain itu, orang yang terbiasa memilih tangga mungkin sudah memiliki gaya hidup yang lebih sehat. Mereka bisa saja memiliki tingkat aktivitas fisik atau kebugaran yang lebih tinggi secara keseluruhan sehingga risiko penyakit jantungnya memang lebih rendah.

“Kita tahu bahwa kebiasaan menaiki tangga dapat berjalan beriringan dengan perilaku lain yang mendukung kesehatan. Mereka yang cenderung memilih tangga mungkin secara keseluruhan memiliki tingkat aktivitas fisik atau kebugaran yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak melakukannya,” kata Paddock.