Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak cukup hanya dengan menyikat gigi setiap hari. Pembersihan karang gigi atau scaling juga perlu dilakukan secara berkala untuk membantu menjaga kesehatan gusi dan mencegah masalah gigi yang dapat muncul akibat penumpukan plak.
Dokter gigi spesialis periodonsia, Lubna, menyarankan scaling dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali. Menurutnya, tindakan ini tidak perlu menunggu sampai karang gigi kembali menumpuk tebal.
Advertisement
“Prosedur scaling gigi sangat disarankan untuk dilakukan secara rutin setiap 6 bulan sekali tanpa harus menunggu hingga karang gigi menumpuk tebal,” tutur Lubna menjawab pertanyaan Kesehatan Liputan6.com.
Lubna menjelaskan bahwa menunda scaling hingga karang gigi terlihat menumpuk justru berisiko memicu peradangan gusi atau gingivitis. Kondisi tersebut juga dapat disertai bau mulut dan berpotensi merusak jaringan penyangga gigi.
Maka dari itu, scaling menjadi salah satu langkah untuk membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Selain membersihkan penumpukan plak dan karang gigi, prosedur ini juga dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan gigi sejak dini.
“Scaling ini memiliki berbagai manfaat utama, antara lain mencegah kerusakan gusi, membantu mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan gigi, serta menjadi bentuk pembersihan awal dari menumpuknya plak gigi,” tambahnya.
Mengapa Gigi Terasa Berbeda setelah Scaling?
Setelah menjalani scaling, sebagian orang mungkin merasakan perubahan pada gigi dan gusi. Sensasi tersebut dapat berupa gigi yang lebih sensitif atau ngilu, munculnya rasa renggang di antara gigi, hingga perdarahan ringan pada gusi.
Menurut Lubna, kondisi tersebut umumnya wajar dan bersifat sementara. Sensasi yang muncul berkaitan dengan proses pengangkatan karang gigi yang sebelumnya menumpuk dan menutupi sebagian permukaan gigi.
Ketika karang tersebut dibersihkan, area yang sebelumnya tertutup akan kembali terbuka. Perubahan inilah yang dapat membuat seseorang merasakan sensasi berbeda setelah prosedur.
“Pasien tidak perlu panik karena kondisi ini umumnya hanya bersifat sementara,” kata Lubna.
Perawatan Gigi setelah Scaling
Untuk membantu mengatasi rasa ngilu setelah scaling, Lubna menyarankan penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif, terutama jika gigi terasa ngilu ketika terkena rangsangan suhu dingin maupun hangat.
Perawatan di rumah tetap penting untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut setelah prosedur. Selain itu, pasien perlu memperhatikan keluhan yang dirasakan.
Jika sensitivitas atau perdarahan tidak kunjung mereda, semakin berat, atau menimbulkan kekhawatiran, pasien sebaiknya berkonsultasi kembali dengan dokter gigi.