Gigi Berlubang pada Anak Bisa Picu Stunting, Orang Tua Waspada

Gigi berlubang pada anak bisa mengganggu asupan gizi dan meningkatkan risiko stunting. Kenali dampaknya.

oleh Rachel AuliaDiterbitkan 22 Oktober 2026, 16:23 WIB
Dokter Gigi Usman Sumantri mengingatkan bahaya karies pada anak usia dini. Selain membuat anak sulit makan, gigi berlubang dapat mengganggu asupan nutrisi dan meningkatkan risiko stunting jika tidak ditangani. (Foto: Rachel Aulia/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Karies atau gigi berlubang pada anak usia dini tidak boleh dianggap sepele. Selain menyebabkan rasa sakit yang membuat anak sulit makan, kondisi ini dapat mengganggu asupan nutrisi dan meningkatkan risiko stunting.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Dokter Gigi Usman Sumantri, mengatakan masalah gigi berlubang sudah banyak ditemukan pada anak sejak usia 3 tahun.

Secara umum, masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data survei kesehatan nasional, sekitar 82,2 persen masyarakat Indonesia mengalami karies. Artinya, hanya sekitar 17–18 persen masyarakat yang terbebas dari gigi berlubang.

"Kalau surveinya di Badan Litbang itu kan 82,2% orang Indonesia itu karies. Mulai usia 3 tahun sampai dewasa. Jadi bayangkan 100 orang diperiksa, 80% nya pasti ada karies. Jadi yang bebas itu cuma 17 sampai 18%," jelas Usman dalam acara peluncuran Indonesia Dental Exhibition and Conference (IDEC) 2027 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Usman menilai, karies dapat mengganggu tumbuh kembang anak, terutama pada usia 3–12 tahun. Rasa sakit atau ngilu akibat gigi berlubang dapat membuat anak enggan mengunyah makanan sehingga kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi secara optimal.

Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi dan menghambat pertumbuhan anak.

"Mmm banyak hal ya (dampaknya). Yang pasti kalau anak-anak itu kan enggak mau makan ya. Umur 3 sampai 12 tahun kan rentan banget ya, dia enggak mau makan," tuturnya.

Ia menegaskan, salah satu dampak yang paling dikhawatirkan adalah risiko stunting akibat kurangnya asupan gizi.

"Dan yang paling saya khawatirkan kan kalau anak-anak itu dia enggak mau makan, kaitannya sama stunting," tegasnya.

Kerusakan Gigi Geraham Permanen Bisa Memengaruhi Susunan Gigi

Selain memengaruhi asupan nutrisi, kesehatan gigi anak perlu mendapat perhatian selama masa pergantian gigi susu ke gigi permanen. Gigi susu umumnya mulai tumbuh saat anak berusia sekitar 6 bulan, sedangkan gigi permanen pertama biasanya muncul ketika anak berusia sekitar 6 tahun.

Usman menjelaskan, gigi geraham permanen pertama memiliki peran penting dalam menentukan susunan gigi permanen lainnya. Karena itu, kerusakan pada gigi tersebut perlu diwaspadai.

"Permanen itu umur 6 tahun, gigi pertama tumbuh geraham. Ada empat gigi. Itu gigi kunci namanya. Itu kalau sampai rusak, cepat sekali itu rusaknya, itu bisa menjadikan gigi-gigi lain bermasalah," paparnya.

Pertumbuhan gigi permanen berlangsung hingga anak berusia sekitar 12–13 tahun. Jika gigi geraham permanen mengalami kerusakan parah atau harus dicabut, susunan gigi lainnya berpotensi bergeser dan menjadi tidak teratur.

Karena itu, perawatan gigi sejak dini penting untuk menjaga kesehatan rongga mulut sekaligus mendukung pertumbuhan gigi permanen anak.

Peran Orang Tua dalam Mencegah Gigi Berlubang

Tingginya angka karies pada anak juga berkaitan dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi yang belum terbentuk dengan baik. Kebiasaan malas menyikat gigi, ditambah kurangnya perhatian orang tua, dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.

Menurut Usman, sebagian orang tua masih menganggap gigi berlubang pada anak sebagai hal yang wajar sehingga tidak perlu segera diperiksakan ke dokter gigi. Padahal, kerusakan gigi pada masa kanak-kanak dapat berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang mereka.

"Padahal pada saat itu anak-anak kita lagi rentan-rentannya. Malas ya, malas sikat gigi. Kalau ibu, ayahnya juga enggak open (peduli), ya repot. Karena itu memang karies menjadi masalah besar," pungkasnya.

Untuk mencegah gigi berlubang, orang tua perlu mendampingi anak menyikat gigi secara rutin, membatasi konsumsi makanan manis, dan menjadwalkan pemeriksaan gigi secara berkala. Pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda hingga anak mengeluhkan rasa sakit.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya