Jangan Anggap Sepele, Karies Gigi Anak Bisa Berdampak hingga ke Keluarga

Karies gigi anak makin mengkhawatirkan seiring usia. Pakar soroti pentingnya pencegahan sejak dini.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi kesehatan gigi anak di Indonesia masih mengkhawatirkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama setahun sejak 2025 menunjukkan masalah gigi berlubang atau karies cenderung meningkat seiring bertambahnya usia anak.

Dalam presentasinya, Direktur Research for Human Development (RECONSTRA), Iwan Ariawan, mengatakan, prevalensi karies tercatat 11,6 persen pada anak usia 12–23 bulan. Angka tersebut meningkat menjadi 20 persen pada usia 2–3 tahun dan mencapai 100 persen pada siswa kelas 1 SMP yang diperiksa.

"Jadi kalau kita lihat di 12–23 bulan itu sudah ada masalah gigi karies, 11,6 persen. Nanti kita lihat juga di umur-umur berikutnya," kata Iwan dalam acara “Diskusi Publik: Setahun Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk Anak, Apa Selanjutnya?” pada Kamis (13/8/2026).

Mewakili Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI), dr. Iwan mengatakan bahwa tingginya angka karies pada anak dan remaja merupakan fenomena yang juga terjadi secara global. Namun, tingkat keparahan karies pada anak di Indonesia tetap membutuhkan penanganan secara masif.

"Saya sebenarnya nggak terlalu kaget ya dengan angka ini. Secara global juga, bahkan di Amerika sekalipun itu 90 persen. Kalau udah dewasa itu paling tidak, ada satu giginya yang karies," ujarnya.

Menurutnya, karies tidak bisa dianggap sebagai masalah kesehatan ringan. Karies yang parah dan menimbulkan nyeri dapat mengganggu aktivitas anak, termasuk konsentrasi belajar, serta memengaruhi kualitas hidup seluruh keluarga.

"Kalau kariesnya terlalu besar dan sakitnya bukan main, itu satu rumah bisa tidak tidur. PDI dan dokter gigi di seluruh Indonesia sangat ingin berperan membantu mengurangi angka karies ini untuk mengejar target Indonesia Bebas Karies 2030," katanya.