Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bidang layanan kesehatan pun ikut terpengaruh akan hal ini. Meski teknologi terus berkembang, peran dokter tidak tergantikan.
Chief Operating Officer (COO) Halodoc, Alfonsius Timboel, mengatakan inovasi teknologi perlu berjalan beriringan dengan peran dokter untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin baik dan relevan bagi masyarakat.
Advertisement
"Sebesar apa pun perubahan dan inovasi yang terjadi, hal tersebut tidak akan menggantikan peran dokter. Penilaian klinis, empati, dan tanggung jawab tetap berada di tangan dokter yang disesuaikan dengan kebutuhan medis pasien,” kata Alfons dalam peringatan Hari Dokter Nasional yang jatuh pada 24 Oktober.
Salah satu inovasi dari platform ini adalah label Dokter Pilihan pada profil dokter di layanan Chat dengan Dokter. Label ini tujuannya membantu pasien memilih layanan berdasarkan penilaian dari pengalaman pasien sebelumnya.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam, Muhammad Giovanni Abdillah, yang menjadi salah satu dokter dengan label Dokter Pilihan, mengatakan penanda tersebut juga menjadi tanggung jawab bagi tenaga medis untuk menjaga kualitas layanan.
“Label ini bukan sekadar pengakuan, tapi juga tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaga kualitas layanan medis setiap konsultasi,” ujar Abdillah.