Vaksin HPV Gratis untuk Anak Laki-Laki Bakal Ada di 6 Provinsi

Vaksin HPV gratis untuk anak laki-laki meluas, dari 3 jadi 6 provinsi pada 2027.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 29 Oktober 2026, 16:10 WIB
Kabar baik! Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan Indri Yogaswari mengatakan vaksinasi HPV untuk anak laki-laki digelar di 6 provinsi pada 2027.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperluas program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) gratis untuk anak laki-laki kelas 5 SD ke tiga provinsi tambahan pada 2027, yakni Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Sebelumnya, program vaksinasi HPV untuk anak laki-laki pada 2026 telah dilaksanakan di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Bali.

"Tahun depan Insya Allah kita akan menambah 3 provinsi lagi. Jadi ada ditambah dengan Jawa Barat, kemudian Jawa Tengah, dan Banten. Dengan tidak meninggalkan yang 3 yang sudah start di tahun ini," kata Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan Indri Yogaswari menjawab pertanyaan Liputan6.com dalam diskusi media daring, Kamis (29/10/2026).

Indri juga memaparkan capaian vaksinasi HPV untuk anak laki-laki di tiga provinsi. Hingga saat ini, cakupannya mencapai 88 persen dari target 90 persen.

"Untuk tiga provinsi terlebih dahulu, yaitu DKI Jakarta, Jogja dan Bali, itu targetnya 90 persen. Kita sudah di angka 88 persen," tutur Indri.

Program vaksinasi HPV juga diberikan kepada anak perempuan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) usia 11 tahun atau kelas 5 SD di seluruh Indonesia. Pada anak laki-laki, vaksin diberikan saat kelas 5 SD atau sekitar usia 11 tahun.

Kenapa Anak Laki-Laki Perlu Mendapat Vaksin HPV?

Infeksi HPV tidak hanya berisiko bagi perempuan. Virus ini juga dapat menyebabkan kanker pada laki-laki, termasuk kanker penis dan kanker orofaring, yaitu kanker yang menyerang bagian tengah tenggorokan di belakang rongga mulut. Hal itu seperti disampaikan dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, Prof. Hinky Hindra Irawan Satari.

"Jadi itu virus human papillomavirus (HPV) itu cukup ganas dan bisa menyebabkan kanker. Pada perempuan bisa menyebabkan kanker leher rahim atau serviks. Lalu bisa menyebabkan kanker penis, orofaring (bagian tengah tenggorokan yang terletak tepat di belakang rongga mulut)," kata Hinky dalam kesempatan yang sama.

Menurut Hinky, vaksinasi perlu diberikan sejak usia anak karena infeksi HPV dapat berkembang dalam waktu lama sebelum menimbulkan gejala atau berujung pada kanker.

Ia menjelaskan, anak memasuki usia berisiko terpapar HPV saat beranjak remaja. Infeksi dapat berlangsung selama 10-15 tanpa gejala, sehingga kanker baru diketahui ketika kondisinya sudah berkembang.

"Maka itu diberikan di fase dini (usia anak), saat belum ada gejala, saat anak mulai berisiko untuk terinfeksi virus HPV. Disitu namanya pencegahan. Jangan saat dewasa, itu bisa jadi sudah ada virusnya," tutur Hinky.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya