Liputan6.com, Jakarta - Penyebab stroke tidak hanya berkaitan dengan tekanan darah tinggi dan pola hidup tidak sehat. Kebiasaan mengorok keras saat tidur juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda obstructive sleep apnea (OSA), gangguan tidur yang berkaitan dengan peningkatan risiko stroke.
OSA merupakan gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan terhenti dan kembali berlangsung berulang kali selama tidur.
Dokter spesialis neurologi, epileptologi, dan kedokteran tidur di Manipal Hospital, Old Airport Road, Bengaluru, Dr. Pramod Krishnan, menjelaskan bahwa kebiasaan mendengkur berulang dapat menjadi petunjuk adanya gangguan tidur yang lebih serius.
Advertisement
“Bukti ilmiah yang terus berkembang menunjukkan bahwa mengorok bukanlah hal yang patut ditertawakan dan bisa mengindikasikan gangguan tidur serius yang mendasarinya, yaitu obstructive sleep apnea (OSA),” ujar Krishnan, dikutip dari Hindustan Times, Rabu (28/10/2026).
Bagaimana Gangguan Tidur Berkaitan dengan Stroke?
Dalam rangka Hari Stroke Sedunia, penting untuk mengenali berbagai kondisi kesehatan yang berkaitan dengan risiko stroke, termasuk gangguan pernapasan saat tidur seperti OSA.
Stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Akibatnya, sel-sel otak dapat kekurangan oksigen dan mengalami kerusakan, sehingga menimbulkan komplikasi serius.
Pada penderita OSA, saluran napas bagian atas mengalami penyempitan atau penyumbatan saat tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan kadar oksigen dalam darah berulang kali menurun karena pernapasan terhenti sementara, lalu kembali berlangsung. Akibatnya, kualitas tidur pun terganggu sepanjang malam.
Menurut Krishnan, gangguan tidur yang terjadi berulang kali dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan otak. Dalam jangka panjang, kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk stroke dan demensia.
“Kualitas tidur yang buruk malam demi malam meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk yang memengaruhi kesehatan otak seperti stroke dan demensia,” jelasnya.
Meski demikian, mendengkur tidak selalu berarti seseorang mengalami OSA atau pasti akan terkena stroke. Diagnosis OSA perlu mempertimbangkan gejala lain dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Karena itu, mendengkur keras yang terjadi berulang, terutama jika disertai henti napas saat tidur atau rasa kantuk berlebihan pada siang hari, sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Faktor Risiko Stroke yang Perlu Diwaspadai
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), faktor risiko stroke dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi.
Faktor yang dapat dimodifikasi mencakup kondisi kesehatan dan kebiasaan hidup yang bisa dikendalikan untuk membantu menurunkan risiko stroke. Sementara itu, faktor yang tidak dapat dimodifikasi berkaitan dengan kondisi yang tidak bisa diubah.
Beberapa faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi meliputi:
- Hipertensi atau tekanan darah tinggi, salah satu faktor risiko utama stroke.
- Kebiasaan merokok atau penggunaan produk tembakau.
- Kolesterol darah tinggi, termasuk kadar kolesterol LDL yang tinggi.
- Diabetes melitus.
- Kelebihan berat badan atau obesitas.
- Kurangnya aktivitas fisik.
- Pola makan tidak sehat, terutama konsumsi natrium berlebihan serta kurangnya asupan buah dan sayuran.
- Konsumsi alkohol yang berbahaya.
- Penggunaan narkoba ilegal, seperti kokain.
Sementara itu, faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi meliputi bertambahnya usia dan riwayat stroke sebelumnya. Kondisi kesehatan tertentu, seperti fibrilasi atrium, gagal jantung, dan penyakit ginjal kronis, juga perlu diperhatikan dalam menilai risiko stroke seseorang.
Meski beberapa faktor risiko tidak dapat diubah, upaya mengendalikan faktor yang masih bisa dimodifikasi tetap penting. Menjaga tekanan darah, menerapkan pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik, berhenti merokok, serta memeriksakan gangguan tidur yang dicurigai sebagai OSA dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mengurangi risiko stroke.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154293/original/083596100_1741341927-ad080da7-e703-4438-8f9f-8a88aa116056.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384706/original/067616100_1793179604-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_16.25.46.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384384/original/024096800_1793169385-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_12.27.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4142369/original/038986000_1661944854-harry-cao-vqlWFI_LYEo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4142372/original/042464500_1661944874-towfiqu-barbhuiya-Yw9Vgr6i_-0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348181/original/084720100_1789386575-20260911_150317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4164091/original/082258500_1663638092-mufid-majnun-X4Hypm5HBfA-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338388/original/095238100_1788327357-WhatsApp_Image_2026-09-02_at_12.33.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5030065/original/074732100_1732950202-ciri-ciri-stroke-pada-wajah.jpg)