Liputan6.com, Jakarta - Perempuan yang tengah menjalani pengobatan kanker payudara tetap memiliki hak untuk merencanakan kehamilan. Namun, pemilihan metode kontrasepsi perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan mereka. Kontrasepsi nonhormonal menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan.
Dokter Thesa Ananda Prima KB yang digunakan seseorang tidak bisa disamakan.
Advertisement
"Riwayat kanker, jenis pengobatan, dan kondisi kesehatan masing-masing perlu menjadi pertimbangan agar metode yang digunakan benar-benar sesuai, dan IUD adalah salah satu pilihan KB yang bisa digunakan,” kata Thesa yang juga Medical Advisor DKT Indonesia dan Andalan Kontrasepsi itu.
Bagi perempuan dengan riwayat kanker payudara, kontrasepsi nonhormonal seperti IUD tembaga dapat menjadi pilihan. Panduan Society of Family Planning tahun 2025 juga menempatkan kontrasepsi nonhormonal sebagai pilihan utama bagi perempuan dengan riwayat kanker payudara.
IUD tembaga tidak mengandung hormon dan memiliki efektivitas lebih dari 99 persen dalam mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi ini dapat digunakan selama 5 hingga 10 tahun. Kesuburan juga dapat kembali setelah IUD dilepas.
“Banyak perempuan mungkin belum mengetahui bahwa tersedia pilihan KB tanpa hormon, seperti IUD tembaga. Metode ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi penyintas kanker payudara,” tambah Thesa dalam keterangan tertulis diterima Senin (2/11/2026).
Sementara itu, kontrasepsi hormonal perlu mendapat perhatian khusus karena beberapa jenis kanker payudara sensitif terhadap hormon. Karena itu, penyintas kanker payudara perlu berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memilih metode KB. "Pemilihan metode KB tetap perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan agar benar-benar sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing," tutup Thesa.