Liputan6.com, Jakarta - Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Laurencia Ardi, M.Gizi, AIFO-K, menjelaskan, pasien diabetes tetap bisa menikmati berbagai makanan tanpa harus menjalani pantangan makan yang berlebihan. Kuncinya adalah mengatur jenis, jumlah, dan jadwal makan agar kadar gula darah tetap terkontrol serta berat badan terjaga.
Menurut Laurencia, pengelolaan nutrisi merupakan salah satu bagian penting dalam mengendalikan diabetes. Prinsipnya bukan melarang orang dengan diabetes mengonsumsi makanan tertentu, melainkan menyesuaikan asupan nutrisi dengan kebutuhan tubuh.
Advertisement
"Jadi, tidak harus dibedakan bahwa pasien diabetes punya menu makan sendiri yang khusus, sementara anggota keluarga lainnya yang tidak diabetes makannya bebas," katanya.
Lebih lanjut, Laurencia, mengatakan,"Sebenarnya, pasien diabetes tetap bisa makan seperti menu keluarga. Jadi, sama saja, tidak ada bedanya. Hanya caranya yang nanti kita akan lihat melalui tips-tips berikut."
Dia, menjelaskan, pengelolaan diabetes perlu dilakukan melalui lima pilar, yaitu edukasi, pengaturan nutrisi, aktivitas fisik, penggunaan obat sesuai anjuran dokter, serta pemantauan kadar gula darah.
Dalam hal nutrisi, pasien diabetes perlu memperhatikan keseimbangan zat gizi makro dan mikro. Tujuannya untuk membantu menjaga kadar gula darah, mempertahankan berat badan ideal, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup.
Salah satu panduan yang dapat diterapkan adalah prinsip Isi Piringku. Setengah bagian piring diisi sayuran dan buah-buahan, dengan porsi sayuran lebih banyak. Sementara itu, setengah bagian lainnya dibagi menjadi seperempat sumber karbohidrat dan seperempat sumber protein.
Selain itu, Laurencia memperkenalkan prinsip 5C dalam mengatur pola makan, yakni jumlah, jenis, jadwal, cara memasak atau jurus masak, serta jujur.
Perhatikan Jenis dan Jumlah Makanan
Dari sisi jenis makanan, pasien diabetes dianjurkan memilih sumber karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah hingga sedang, seperti beras merah, beras hitam, dan roti gandum utuh.
Sumber protein dapat berasal dari protein hewani rendah lemak maupun protein nabati. Sementara itu, kebutuhan lemak sebaiknya dipenuhi dari sumber lemak tidak jenuh, seperti alpukat, minyak zaitun, dan ikan.
Asupan serat juga perlu diperhatikan. Laurencia menyebutkan kebutuhan serat sekitar 25 gram per hari yang dapat diperoleh dari sayuran, buah tinggi serat seperti apel dan pir, serta kacang-kacangan.
Penderita diabetes juga perlu membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, terutama lemak jenuh. Pengaturan jumlah makanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori masing-masing individu.
Atur Jadwal dan Cara Memasak
Selain jenis dan jumlah, jadwal makan turut berperan dalam menjaga kadar gula darah. Laurencia menyarankan pola tiga kali makan utama dan dua hingga tiga kali camilan dalam sehari.
Penderita diabetes sebaiknya tidak menunggu sampai merasa sangat lapar sebelum makan. Sebaliknya, makan juga perlu dihentikan sebelum merasa terlalu kenyang.
Cara memasak menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan. Metode mengukus, merebus, dan memanggang dapat menjadi pilihan.
Penggunaan minyak sebaiknya dibatasi, begitu pula kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng dengan banyak minyak atau dimasak hingga gosong.
Hal yang tidak kalah penting adalah membiasakan diri membaca informasi nilai gizi pada kemasan makanan. Dengan begitu, penderita diabetes dapat lebih cermat memperkirakan kandungan gula, lemak, garam, dan kalori dari makanan yang dikonsumsi.
Laurencia juga menjelaskan bahwa urutan makan dapat diperhatikan. Mengawali makan dengan minum air putih, kemudian mengonsumsi sayuran dan protein sebelum karbohidrat, dapat membantu memberikan rasa kenyang dan mendukung pengelolaan gula darah.