Liputan6.com, Jakarta - Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Wahyuniati, menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang unggul menjadi salah satu prioritas nasional sebagaimana tercantum dalam Asta Cita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Advertisement
"Upaya peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat melalui pencegahan dan percepatan penurunan stunting menjadi salah satu agenda penting dalam pembangunan nasional," ujar Wahyuniati dalam GENTING Collaboration Summit 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional mencapai 19,8 persen. Angka ini masih perlu ditekan untuk memenuhi target nasional sebesar 14,2 persen pada 2029.
Salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting adalah melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang diinisiasi Kemendukbangga/BKKBN sejak Desember 2024.
Wahyuniati menjelaskan, GENTING merupakan gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai unsur masyarakat atau pentahelix. Pihak yang terlibat meliputi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga individu.
"GENTING merupakan gerakan gotong royong yang menggerakkan partisipasi masyarakat dan berbagai unsur pentahelix untuk menjadi orang tua asuh dan memberikan dukungan nyata kepada keluarga berisiko stunting," jelasnya.
Gerakan ini menyasar keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang berada dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).