Perkuat Deteksi TBC, Indonesia Terima 50 Unit Rontgen Portabel dari AS

Pemerintah Indonesia menerima bantuan 50 unit perangkat rontgen dada digital dari Amerika Serikat untuk bantu berantas TBC.

oleh Benedikta DesideriaKanaya Nanda PutriDiterbitkan 06 November 2026, 19:00 WIB
Perangi tuberkulosis (TBC), Amerika Serikat memberikan bantuan alat rontgen dada digital melalui Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Dok Rifky Suryadinata /U.S. Embassy Jakarta)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia menerima bantuan 50 unit perangkat rontgen dada digital ultra-portabel dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk membantu memperluas deteksi tuberkulosis (TBC), terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Pejabat Senior Biro Keamanan dan Diplomasi Kesehatan Global Departemen Luar Negeri AS, Jeff Graham, dalam kunjungannya ke Jakarta pada 2 November 2026. Pada kesempatan itu, Graham bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Perangkat yang diberikan mencakup Impact-Global Digital X-Ray Kits buatan perusahaan AS, MinXray, Inc. Alat ini dilengkapi perangkat lunak Super Intelligence yang dirancang untuk membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi potensi kasus TBC melalui pemeriksaan rontgen dada.

“Amerika Serikat dan Indonesia memiliki komitmen bersama untuk menghentikan penyebaran penyakit menular sebelum melintasi batas negara,” ujar Graham melalui pernyataan resmi ditulis Jumat (6/11/2026).

Graham menjelaskan, perangkat rontgen tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk pemeriksaan TBC, tetapi juga berbagai penyakit dan kondisi kesehatan lainnya.

Bantuan dari Pemerintah AS turut mencakup instalasi perangkat, pelatihan bagi tenaga kesehatan Indonesia, serta garansi dan layanan selama tiga tahun.

Seluruh perangkat tiba di Indonesia pada 4 November 2026. Selanjutnya, Kementerian Kesehatan akan memimpin distribusi dan penempatan alat di berbagai lokasi pelaksanaan program TBC di Indonesia dengan dukungan pemerintah mitra.

Graham mengatakan, penguatan deteksi TBC dan surveilans penyakit di Indonesia juga dapat mendukung upaya pencegahan penularan penyakit lintas negara.

Infrastruktur penanggulangan TBC yang telah dibangun Indonesia, seperti jaringan laboratorium serta sistem pemantauan dan penanganan resistansi obat, dinilai dapat menjadi landasan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap pandemi penyakit yang menular melalui udara.

Selain bertemu dengan Budi, Graham juga berdiskusi dengan perwakilan perusahaan AS di bidang kesehatan dan ilmu hayati yang beroperasi di Indonesia, U.S.-ASEAN Business Council, serta AmCham Indonesia.

Pertemuan tersebut membahas peluang memperluas akses masyarakat terhadap teknologi medis dan obat-obatan, serta memperkuat kerja sama pemerintah dan sektor swasta dalam sistem kesehatan Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya