Hasil Uji Lab Beeru Stevia Diungkap Doktif, Ini Respons Menkes

Beeru Stevia diklaim nol kalori, tetapi hasil uji lab yang diungkap Doktif memicu sorotan.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 15:15 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Produk pemanis Beeru Stevia menjadi sorotan setelah Dokter Detektif (Doktif) mengungkap hasil uji laboratorium independen terhadap produk tersebut. Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih pengganti gula.

Menurut Budi, tidak semua pemanis buatan aman atau direkomendasikan untuk dikonsumsi. Ia pun mengajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula.

"Jadi, buat teman-teman di sini, tolong bantu sosialisasikan agar orang Indonesia tidak terlalu banyak mengonsumsi gula," kata Budi dalam Pertemuan Nasional Konsil Kesehatan Indonesia di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Budi menjelaskan bahwa ada sejumlah pemanis buatan yang tidak direkomendasikan. Namun, pengawasan terhadap produk pemanis dalam kemasan berada di bawah kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Sebagai pengganti gula, kemudian ada beberapa pemanis buatan. Beberapa pemanis buatan itu ada yang tidak direkomendasikan. Ranahnya memang ranah BPOM, bukan ranah Kementerian Kesehatan. Jadi, kita mengikuti BPOM," ujarnya.

Dia, mengatakan, Kemenkes dan BPOM telah menyepakati penerapan Nutri-Level melalui Komite Kebijakan Sektor Kesehatan. Dalam pembagian kewenangannya, Kemenkes menangani makanan siap saji, sedangkan BPOM mengawasi produk pangan dalam kemasan.

Oleh sebab itu, pengawasan terhadap produk pemanis dalam kemasan seperti Beeru Stevia berada di bawah kewenangan BPOM. Kemenkes akan mengikuti ketentuan BPOM apabila kandungan gula dalam suatu produk tidak memenuhi persyaratan.

Di sisi lain, Beeru Stevia dipasarkan sebagai pemanis alami berbahan dasar ekstrak daun stevia. Produk tersebut juga diklaim memiliki kandungan zero calorie atau nol kalori serta aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan orang yang sedang menjalani diet ketat.

Namun, Doktif mengungkap hasil uji laboratorium independen yang menunjukkan bahwa produk tersebut memiliki kandungan karbohidrat sebesar 47,21 persen dan energi 188,84 kkal per 100 gram.

Hasil pengujian itu juga mencatat kandungan sukralosa sebesar 101.297,89 mg/L dan neotame sebesar 5.280,99 mg/L. Doktif pun mempertanyakan klaim nol kalori yang disematkan pada produk tersebut.

"Dan tadi dengar kan nol kalori ya, cocok digunakan untuk teman-teman yang lagi diet dan defisit kalori. Tapi berdasarkan hasil lab, dokter kurang setuju," ujar Doktif.