Kemenkes Jajaki Program Vaksinasi HPV untuk Perempuan Dewasa

Program vaksinasi HPV untuk perempuan 21-25 tahun masih menunggu persetujuan Kementerian Keuangan dan Bappenas.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 11:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indri Yogaswari mengatakan, pemerintah berencana memperluas program vaksinasi HPV kepada perempuan usia dewasa, yakni kelompok usia 21–25 tahun. Selama ini, program vaksinasi HPV menyasar anak perempuan dan laki-laki kelas 5 SD.

Rencana perluasan vaksinasi HPV tersebut telah masuk dalam rencana strategis dan rencana aksi Kemenkes. Namun, pelaksanaannya masih menunggu persetujuan Kementerian Keuangan dan Bappenas, termasuk terkait dukungan sumber daya untuk penyediaan vaksin, logistik, dan tenaga kesehatan.

"Ini masih berproses. Kami masih berjuang ke Bappenas untuk mengegolkan ini, karena masih harus mengumpulkan sumber daya untuk penyediaan vaksin, logistik, SDM, dan sebagainya," ujar Indri dalam sesi daring, Kamis (29/10/2026).

Indri menegaskan, program vaksinasi HPV bagi perempuan usia 21–25 tahun baru dapat dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dari kementerian terkait.

"Kalau nanti semua sudah oke, disetujui oleh Kementerian Keuangan maupun Bappenas, maka kita bisa menyasar pada usia lebih dewasa, 21–25," kata Indri.

Hingga saat ini, Kemenkes belum dapat memastikan mekanisme pelaksanaan program tersebut, termasuk strategi pemberian dan distribusi vaksin. Pembahasannya masih perlu dimatangkan bersama sejumlah kementerian terkait.

"Untuk fix-nya seperti apa, mohon izin, kami juga harus memfinalkan dengan beberapa kementerian terkait terlebih dahulu," tuturnya.

Program Vaksinasi HPV Anak Laki-Laki Bakal Diperluas

Program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) gratis untuk anak laki-laki kelas 5 SD ke tiga provinsi tambahan pada 2027, yakni Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Sebelumnya, program vaksinasi HPV untuk anak laki-laki pada 2026 telah dilaksanakan di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Bali.

"Tahun depan Insya Allah kita akan menambah 3 provinsi lagi. Jadi ada ditambah dengan Jawa Barat, kemudian Jawa Tengah, dan Banten. Dengan tidak meninggalkan yang 3 yang sudah start di tahun ini," kata Indri di kesempatan yang sama.

Program vaksinasi HPV juga diberikan kepada anak perempuan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) usia 11 tahun atau kelas 5 SD di seluruh Indonesia.

Vaksinasi HPV untuk Apa?

Vaksin HPV atau imunisasi HPV adalah jenis vaksin yang melindungi tubuh manusia dari infeksi Human Papillomavirus (HPV).

Virus ini dapat menyebabkan kutil kelamin, anus, kanker vagina, kanker vulva, kanker serviks, dan kanker vagina pada wanita.

Sementara itu, pada pria, virus HPV dapat menyebabkan kutil penis, kanker anus, dan kanker penis. Kanker mulut dan tenggorokan juga terkait dengan beberapa jenis virus HPV.

Vaksinasi HPV sendiri dapat mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker serviks, vagina, vulva, anus, penis, mulut, dan tenggorokan. Selain itu, mendapatkan vaksinasi ini juga membantu mencegah kutil kelamin.

Indri menjelaskan pemberian vaksinasi HPV pada anak meningkatkan perlindungan hingga nyaris 90 persen. 

“Kalau diberikan pada anak usia 9 sampai 14 tahun dengan hanya satu dosis, itu bisa memberikan perlindungan hampir 90 persen, angka presisinya di 88 persen perlindungannya. Akan tetapi, kalau diberikan pada usia lebih dari 20 tahun dengan diberikan dua dosis, itu paling hanya sekitar 60 persen perlindungannya. Semakin awal kita berikan, perlindungannya akan semakin tinggi, semakin besar,” jelas Indri.